Dampak Kabut Asap, Siswa Belajar dari Rumah dan Distribusi MBG Disesuaikan

  • 01 Sep 2026 08:43 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kabupaten Nunukan tidak hanya berdampak terhadap aktivitas pembelajaran di sekolah. Penerapan kebijakan belajar dari rumah bagi peserta didik juga membuat distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut disesuaikan.

Penyaluran program MBG kepada peserta didik untuk sementara tidak dilakukan mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026. Hal tersebut menyesuaikan surat edaran Bupati Nunukan yang menginstruksikan seluruh satuan pendidikan mulai jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah.

Kepala SD Negeri 005 Nunukan, Abdul Wahid, mengatakan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan SPPG terkait penyesuaian distribusi MBG selama pembelajaran dari rumah. Penyaluran MBG akan disesuaikan setelah kebijakan belajar dari rumah berakhir dan kegiatan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan.

"Kita sudah koordinasikan bahwa tidak ada proses pembelajaran di sekolah selama tiga hari," ujar Abdul Wahid, Selasa (1/9/2026).

Menurut Wahid, kebijakan pembelajaran dari rumah selama tiga hari dinilai masih dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Jika kabut asap kiriman masih berlangsung dan kualitas udara belum membaik, kebijakan belajar dari rumah berpotensi diperpanjang.

"Kemungkinan masih bersifat tentatif. Kita lihat kondisinya, kalau udara belum membaik mungkin bisa lebih lama," ucapnya.

Meski demikian, ia berharap kabut asap kiriman dapat segera mereda agar kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Pasalnya, proses belajar mengajar di sekolah dinilai lebih maksimal dibandingkan dari rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....