Mari Ubah Lelah Menjadi Lillah untuk Meraih Berkah
- 31 Agt 2026 15:27 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Merasa lelah dengan aktivitas sehari-hari adalah hal lumrah yang dialami oleh semua manusia. Namun, bagaimana cara agar kelelahan kita itu tidak berakhir sia-sia dan bisa menjadi jalan mencari keberkahan Allah SWT?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Ustadz Suprayitno, S.H., Lc dalam program Mutiara Pagi RRI Nunukan dengan topik “Jadikan Lelahmu Lillah”, telah memberikan penjelasan yang lengkap untuk kita.
Berdasarkan penjelasan Ustadz Suprayitno, Allah SWT telah menjelaskan bahwa kehidupan kita di dunia ini memang tempat untuk berjuang, tempat penuh pengorbanan dan ujian dari Allah SWT. Dengan harapan, kelak di akhirat nanti kita bisa menikmati kerja keras yang telah kita tabur semasa hidup di dunia.
“Allah SWT menjelaskannya kepada kita sungguh kami telah menciptakan manusia berada dalam keadaan yang susah payah berdasarkan ayat ini maka jangan heran apabila dalam perjalanan hidup kita kita menemukan yang namanya kesulitan-kesulitan,” begitu terangnya.
Perlu diketahui, ada kelelahan yang hanya berujung pada keletihan, tetapi ada kelelahan yang menghasilkan pahala baik di sisi Allah SWT. Apa kunci yang membedakan keduanya? Jawabannya adalah niat.
Dalam sebuah hadist Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda bahwa “Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya dan setiap orang itu akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
Maka, supaya kelelahan kita bisa berubah menjadi lillah, sangatlah penting untuk meletakkan niat kita atas apa yang kita perjuangkan selama perjalanan di dunia ini semata-mata karena Allah SWT.
Ustadz Suprayitno juga mengingatkan bahwa janganlah terlalu cepat menyimpulkan perjuangan kita sia-sia hanya karena kita belum mencapai target yang diharapkan. Justru pada saat itulah pertolongan Allah datang, Allah angkat derajat kita atau beban yang melelahkan itu menjadi cara Allah menggugurkan dosa-dosa kita.
Di akhir tausiyahnya Ustadz Surpayitno menghimbau agar kita tidak memaksakan diri hingga melukai atau menyakiti diri sendiri dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan. Karena Islam tidak mengajarkan kita untuk sengaja mencari penderitaan dan kesulitan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....