Puluhan Koli Bantuan dikirm ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pasca Gempa Bumi

  • 26 Agt 2026 17:19 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan bersama Palang Merah Cabang Nunukan, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan, dan PT. Pelni Nunukan telah melakukan pengiriman barang bantuan ke Nusa Tenggara Timur.

Kasubsi Kedaruratan BPBD Kabupaten Nunukan Hasanuddin menyampaikan bahwa pelepasan dan pengiriman barang bantuan logistik bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur melalui dukungan PT. Pelni dan Pelindo Nunukan, adapun barang bantuan yang dikirim berupa pakaian baru 11 koli, bahan makanan, kebutuhan keluarga dan lain-lain 23 koli. Barang bantuan akan diturunkan di Pelabuhan Maumere Nusa Tenggara Timur dan sudah dikoordinasikan dengan PIC Tim BNPB dan BPBD Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur untuk menjemput dan menerimakan bantuan dari Kabupaten Nunukan untuk selanjutnya didistribusikan kepada korban terdampak.

“Bantuan berasal dari warga masyarakat, instansi, BUMN dan lain-lain yang dikumpulkan oleh PMI dan BPBD Nunukan selama kurang lebih 5 hari. Untuk pengiriman didukung penuh oleh PT. Pelni dan PT. Pelindo Nunukan dengan tanpa biaya atau gratis pengiriman.”, ucapnya, Rabu, (26/8/2026).

Ia juga mengatakan telah melakukan koordinasi dengan PIC BNPB dan personil BPBD di Nusa Tenggara Timur untuk penerimaan bantuannya di Posko induk hingga penyaluran ke korban terdampak.

“Nanti teman-teman BPBD Kabupaten sekitar yang mendistribusikan bantuannya, kemudian untuk pusat bantuan dikoordinir oleh PMI Nunukan, saat ini PMI masih menerima donasi uang melalui rekening PMI Nunukan. Untuk warga masyarakat yang akan mendonasikan bantuan dana bisa langsung melalui rekening PMI, sementara untuk bantuan barang sementara posko kami tutup”, ujarnya.

Seperti diketahui pasca gempa bumi Sabtu, 18 Agustus 2026 lalu, di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, BNPP beserta Kementerian terkait terus melakukan upaya penanganan darurat. Penanganan difokuskan pada SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik, dan pengungsian, pengerahan personel gabungan serta percepatan pemulihan jalan, listrik, komunikasi dan infrastruktur dasar.

Adapun korban, sebanyak 105 orang yang meninggal dunia, 1.673 orang luka-luka, dan 179.037 orang mengungsi. (DR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....