Tenang Bukan ketika Semua Masalah selesai
- 26 Agt 2026 05:39 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ada masa dalam hidup ketika kita berpikir bahwa ketenangan hanya akan datang setelah semua masalah selesai. Kita menunggu hari di mana tidak ada lagi beban, tidak ada lagi kekhawatiran, tidak ada lagi luka yang harus ditanggung. Namun semakin lama menjalani kehidupan, semakin kita menyadari bahwa masalah tidak pernah benar-benar berhenti datang. Satu selesai, yang lain menunggu. Satu badai reda, badai berikutnya mulai terlihat di kejauhan.
Jika ketenangan harus menunggu semua persoalan berakhir, maka mungkin banyak manusia akan menghabiskan hidupnya dalam kecemasan tanpa pernah benar-benar merasakan damai.
Baca Juga: Belajarlah Menyendiri
Di balik segala kegelisahan itu, ada satu pelajaran besar yang sering terlambat dipahami. Tenang bukanlah keadaan ketika hidup menjadi mudah, melainkan keadaan ketika hati menemukan tempat bersandar yang tidak mudah goyah.
Secara psikologis, manusia memang memiliki kebutuhan untuk merasa aman. Namun sering kali kita mencari rasa aman pada sesuatu yang rapuh, seperti kepastian masa depan, pengakuan manusia, atau keadaan yang selalu sesuai harapan. Ketika semua itu berubah, hati ikut runtuh.
Padahal ketenangan yang sejati lahir ketika seseorang percaya bahwa ada kekuasaan yang lebih besar daripada segala ketidakpastian, dan bahwa tidak ada satu pun peristiwa yang keluar dari pengetahuan-Nya.
Di titik itulah seseorang mulai memahami bahwa yang membuat hati damai bukan keadaan, melainkan keyakinan, Bahwa:
1. Hidup Tidak Pernah Berjanji Akan Selalu Mudah
2. Kecemasan Lahir dari Keinginan Mengendalikan Segalanya
3. Takdir Sering Kali Dipahami Terlambat
4. Tidak Semua Jawaban Harus Diketahui Sekarang
5. Ketenangan Adalah Bentuk Kedewasaan Jiwa
6. Apa yang Hilang Belum Tentu Merugikanmu
Kadang kita menangisi sesuatu yang pergi dari hidup kita tanpa menyadari bahwa kepergiannya sedang menyelamatkan kita dari hal yang lebih buruk. Tidak semua yang di inginkan dalam hidup ini baik untuk kita.
(Sumber: Imam Al-Ghazali)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....