Narkoba Perlahan Rusak Organ Vital Penggunanya
- 14 Agt 2026 06:39 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Narkoba dapat memengaruhi sistem saraf pusat dengan efek stimulan, depresi, hingga halusinasi.
- Efek candu membuat tubuh terus meminta narkoba dan dapat mengganggu organ-organ vital.
- Kerusakan fungsi organ akibat paparan narkoba dapat berdampak pada kesehatan secara bertahap.
RRI.CO.ID, Nunukan - Narkoba dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan perlahan merusak fungsi organ vital penggunanya. Efeknya dapat muncul dalam bentuk stimulan, depresi, halusinasi, hingga ketergantungan.
Narkoba yang masuk ke tubuh dapat memengaruhi sistem saraf pusat, termasuk narkoba jenis sintetik. Dampaknya dapat berkembang ketika penggunaan terus berlangsung dan tubuh mengalami ketergantungan. Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Nunukan, dr Ika Bihandayani, Jum'at (14/08/2026).
“Kalau ditanya dampak kesehatan tentu karena dia efeknya tuh bisa berdasarkan stimulan, kemudian depresi, kemudian halusinasi. Ketika narkoba ini dimasukkan ke tubuh dalam bentuk apapun, jenis apapun, dengan cara apapun, begitu juga yang jenis sintetiknya, itu akan mempengaruhi sistem saraf pusat,” ujarnya.
Sistem saraf pusat berperan sebagai pengendali berbagai fungsi tubuh manusia. Ketika narkoba memengaruhi sistem tersebut, dampaknya dapat berlanjut terhadap fungsi organ lainnya.
Efek candu juga membuat pengguna terus membutuhkan narkoba setelah tubuh mengalami ketergantungan. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap organ-organ vital secara perlahan.
“Kemudian dia ada efek candu, sehingga ketika yang menggunakan itu, meminta terus, tubuh akan meminta terus, kemudian berdampak ke organ-organ vital kita, tidak hanya sistem secara pusat, dimana sistem secara pusat itu kan sistem pengendali,” katanya.
Kerusakan organ dapat terjadi secara bertahap ketika seseorang terus mengonsumsi atau terpapar narkoba. Gangguan tersebut kemudian dapat menurunkan fungsi organ dan berdampak terhadap kondisi kesehatan.
“Ketika orang yang mengkonsumsi atau terpapar narkoba ini tentu perlahan dia akan merusak organ-organ tadi, kemudian merusak fungsinya, kemudian ketika kehilangan fungsi tentu berdampak bagi kesehatan tadi, cepat atau lambatnya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....