Seleksi Ketat Kwaran Nunukan SelatanMenuju Jamnas XII 2026
- 11 Agt 2026 14:09 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID Nunukan: Keberangkatan kontingen Pramuka Penggalang Kabupaten Nunukan menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Cibubur, Jakarta, tidak diraih dengan mudah. Para peserta merupakan hasil dari proses seleksi panjang dan ketat yang bahkan telah dimulai sejak dua tahun lalu.
Ismail, Pimpinan Kontingen Cabang Putra yang juga berasal dari Kwartir Ranting (Kwaran) Nunukan Selatan, menjelaskan proses rekrutmen peserta didik yang membawa nama harum daerah perbatasan tersebut.
Menurut Ismail, total kontingen Jamnas asal Nunukan berjumlah 27 orang Pramuka Penggalang yang terbagi dalam 4 regu (2 regu putra dan 2 regu putri), didampingi oleh 4 orang pembina pendamping serta 2 orang Pimpinan Kontingen Cabang (putra dan putri). Khusus dari Kwaran Nunukan Selatan, para wakil yang terpilih merupakan siswa-siswi pilihan.
Proses penjaringan bibit unggul ini dilakukan secara berlapis untuk memastikan hanya anggota Pramuka terbaik yang diberangkatkan: Seleksi Gugus Depan (Gudep): Dimulai sejak awal tahun 2026 dari siswa yang aktif di gugus depan masing-masing serta rutin mengikuti kegiatan Kwarran dan Kwarcab.
Seleksi Kwartir Ranting (Kwaran): Dari tingkat sekolah, peserta disaring kembali di tingkat ranting. Seleksi Tingkat Cabang: Penjaringan akhir di tingkat Kwarcab Nunukan.
"Dari dua orang perwakilan terbaik di tingkat Kwaran, persaingan sangat ketat hingga akhirnya mengerucut menjadi satu orang terpilih per sekolah untuk mewakili Nunukan ke tingkat nasional," jelas Ismail.
Sebagai ajang reuni akbar Pramuka Penggalang tingkat SMP dari seluruh penjuru Indonesia, Jamnas dimanfaatkan sebagai sarana memperluas wawasan, merajut persahabatan nusantara, dan meningkatkan keterampilan kepramukaan.
Lebih jauh, Ismail yang juga berprofesi sebagai pembina di sekolah dan Mabigus menilai bahwa keikutsertaan dalam kegiatan kepramukaan memberikan dampak nyata terhadap karakter siswa. Berdasarkan pengalamannya, siswa yang aktif di Pramuka memiliki perbedaan yang signifikan dibanding yang tidak aktif, mulai dari kemampuan survival, kepedulian sosial, jiwa tanggap darurat (seperti turut serta dalam aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana) hingga cara berpikir yang lebih toleran dan berwawasan luas.
"Pramuka adalah wadah pembentukan karakter. Karena itu, dukungan dan komitmen semua pihak, termasuk dunia pendidikan, sangat penting untuk terus menghidupkan kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah," ujarnya. MM
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....