Prosesi Tantingan: Paskibraka Nunukan Masuk Asrama Mengikuti Pemusatan Latihan
- 05 Agt 2026 23:38 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID Nunukan: Sebanyak 43 siswa-siswi terbaik Kabupaten Nunukan yang terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 resmi memasuki pemusatan latihan atau Training Center (TC). Kedatangan para peserta di Mess BKPSDM Nunukan pada Selasa (4/8/2026) menandai dimulainya karantina intensif menuju puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, mengungkapkan bahwa 43 anggota Paskibraka ini merupakan hasil penyaringan ketat dari total 200 pendaftar yang berasal dari 21 kecamatan di seluruh Wilayah Nunukan.
"Proses seleksi berlangsung sangat panjang dan ketat sejak bulan Februari 2026. Dari 21 kecamatan, sebanyak 12 kecamatan berhasil mengirimkan utusannya. Ada 43 orang yang dinyatakan lolos sampai seleksi akhir," ujar Hasan Basri saat ditemui di Asrama BKPSDM Nunukan, Selasa (4/8/2026).
Seluruh peserta yang terpilih telah melewati berbagai tahapan tes yang komprehensif, mulai dari seleksi administrasi, tes Computer Assisted Test (CAT) untuk menguji intelegensi (TIU) dan Wawasan Kebangsaan (TWK), tes fisik, samapta dan baris-berbaris, pemeriksaan kesehatan, hingga tes psikologi.
Prosesi 'Tantingan' Gembleng Kemandirian dan Mental
Memasuki hari pertama karantina, para anggota Paskibraka menjalani tradisi penjemputan atau yang dikenal dengan prosesi Tantingan. Prosesi ini bertujuan untuk mentransformasi kebiasaan dan membentuk karakter mandiri serta disiplin tinggi pada diri setiap peserta sebelum memulai latihan berat.
"Prosesi tantingan ini untuk melepaskan kebiasaan lama mereka. Misalnya yang sebelumnya masih manja atau belum biasa mencuci pakaian sendiri, di sini mereka dilatih untuk mandiri. Semua ini menjadi pembekalan karakter bagi mereka," jelasnya.
Melalui gemblengan selama pemusatan latihan, pihak Kesbangpol berharap para anggota Paskibraka tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kebangsaan yang kuat.
"Pesan saya, selama mengikuti pelatihan mereka harus menunjukkan Wawasan Kebangsaan yang lebih bagus dan semangat juang Merah Putih yang lebih tinggi. Mereka adalah generasi penerus yang nantinya siap menjaga keutuhan negara," tambah Hasan.
Rangkaian Latihan Lapangan dan Materi Malam
Pemusatan latihan di Mess BKPSDM ini akan berlangsung selama dua minggu hingga 14 Agustus 2026. Setiap harinya, para peserta akan menjalani skema pelatihan intensif yang terbagi dalam sesi siang dan malam.
Pada siang hari, peserta digembleng dengan latihan fisik, Peraturan Baris Berbaris (PBB) di jalan raya, serta simulasi pengibaran di halaman Kantor Bupati Nunukan. Simulasi ini dirancang menyerupai kondisi aktual agar para petugas siap secara mental dan teknis pada hari pelaksanaannya nanti. Sementara pada malam hari, peserta dibekali dengan pendalaman materi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila.
Selain 43 peserta yang bertugas di tingkat kabupaten, Kesbangpol Nunukan juga mencatat telah mengirimkan 8 peserta terbaik hasil seleksi daerah untuk bersaing di tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
"Sistemnya berjenjang, peserta terbaik yang kami kirim ke tingkat provinsi ada delapan orang. Jika di antara mereka ada yang lolos hingga tingkat nasional, tentu menjadi kebanggaan. Namun jika tidak lolos di tingkat atasnya, mereka akan kembali bertugas di tingkat provinsi maupun kabupaten," tutupnya. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....