Pengusaha Nilai Harga Ayam Rp19.500 Belum Layak untuk Nunukan

  • 14 Jul 2026 06:17 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Pengusaha ayam Nunukan menilai harga minimal ayam hidup Rp19.500 per kilogram belum menutup biaya produksi di daerah perbatasan.
  • Tingginya biaya pakan dan distribusi membuat harga ideal ayam hidup di Nunukan diperkirakan mencapai Rp30.000 per kilogram.
  • Meski demikian, penetapan harga minimal tetap diapresiasi karena mencegah harga ayam jatuh lebih rendah.

RRI.CO.ID, Nunukan - Pengusaha ayam menilai harga minimal ayam hidup Rp19.500 per kilogram belum sesuai kondisi produksi di Nunukan. Kebijakan pemerintah tersebut mulai berlaku secara nasional pada 15 Juli 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menetapkan harga minimal ayam hidup di kandang sebesar Rp19.500 per kilogram mulai 15 Juli 2026, Kebijakan tersebut berlaku secara nasional. Menanggapi hal tersebut Pengusaha Ayam Pedaging Nunukan, Riswandi, memberikan tanggapannya, Selasa (14/07/2026).

"Kalau untuk harga yang tadi saya sebutkan Rp19.500, mungkin untuk Nunukan tidak bisa. Karena memang biaya mendatangkan pakan, dan harga pakan, terus DOC, tidak nutup, kalau untuk dijual Rp19.500," katanya.

Biaya pakan dan distribusi menjadi tantangan utama bagi peternak ayam di wilayah perbatasan. Harga DOC juga ikut meningkatkan biaya produksi peternak.

Menurut perhitungan pelaku usaha, harga jual ayam harus menyesuaikan seluruh komponen biaya produksi. Kondisi itu dinilai penting agar usaha peternakan tetap berkelanjutan.

"Nah, yang saya bilang tadi, sudah kami hitung semua, untuk FCR-nya itu idealnya di harga Rp30.000," ujarnya.

Pelaku usaha berharap kebijakan harga turut mempertimbangkan perbedaan biaya produksi antarwilayah. Daerah perbatasan menghadapi ongkos distribusi lebih tinggi dibanding kota besar.

"Tapi, kembali lagi, kami berterima kasih karena pemerintah sudah menetapkan harga minimal. Karena kalau tidak ditetapkan, bisa jadi harga itu lebih di bawah Rp19.500, khususnya di kota-kota besar, seperti di Surabaya, di Makassar, di Jakarta, begitu," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....