Tamaknya Manusia Terhadap Dunia Dapat Menjerumuskan pada Perbuatan Haram

  • 11 Jun 2026 06:21 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Sifat tamak terhadap dunia menjadi salah satu penyakit hati yang perlu diwaspadai oleh setiap manusia. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Anam Azhari dalam sebuah kajian keislaman yang membahas tentang “Tamaknya Kita Terhadap Dunia".

Menurut Wakil Sekretaris MUI Kabupaten Nunukan ini, sifat tamak pada dasarnya merupakan kecenderungan yang sudah ada dalam diri manusia sejak lahir karena manusia memiliki syahwat atau keinginan. Namun, Islam mengajarkan agar setiap muslim mampu mengendalikan hawa nafsu dan mengelola hati agar tidak terjebak dalam kecintaan yang berlebihan terhadap dunia.

Ia menjelaskan bahwa Allah SWT telah memberikan peringatan melalui Al-Qur'an surah At-Takasur. Manusia diingatkan agar tidak terlena dengan sikap saling berlomba memperbanyak harta dan kesenangan dunia hingga melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya.

"At-Takatsur berarti saling memperbanyak harta. Allah sudah memberikan petunjuk kepada kita agar tidak terlena dengan urusan dunia semata," ujarnya.

Ustaz Anam menegaskan bahwa syahwat yang tidak dikendalikan dapat mengarahkan qalbu atau hati seseorang kepada perbuatan yang bertentangan dengan syariat. Akibatnya, seseorang dapat menghalalkan segala cara demi memperoleh harta, kedudukan, maupun kesenangan duniawi.

"Syahwat kita akan cenderung mengarahkan qalbu kepada sesuatu yang menentang syariat dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesenangan dunia," katanya.

Ia juga mengingatkan tentang sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram tidak akan masuk surga, melainkan neraka lebih pantas baginya. Menurutnya, peringatan tersebut menunjukkan betapa bahayanya sifat tamak apabila telah menguasai hati seseorang.

Dalam kehidupan sehari-hari, sifat tamak dapat mendorong seseorang melakukan berbagai tindakan yang diharamkan, seperti korupsi, menerima gratifikasi, suap, memperjualbelikan narkoba, menjadi kurir narkoba, hingga mengambil hak orang lain demi keuntungan pribadi.

"Ketika kita memakan sesuatu yang bukan hak kita, maka hukumnya haram. Begitu pula rezeki yang diperoleh melalui jalan yang tidak dibenarkan oleh agama," jelasnya.

Karena itu, Ustaz Anam mengajak umat Islam untuk senantiasa bermuhasabah atau mengevaluasi diri. Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanya sementara dan setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian serta perhitungan amal di hadapan Allah SWT.

"Mari kita muhasabah diri kita. Kehidupan dunia pasti akan berakhir. Sebentar lagi kita mati dan setelah mati ada perhitungan amal. Persiapkan kehidupan kita setelah mati, jangan mengikuti syahwat yang mengarahkan kepada hal yang tidak baik," pesannya.

Di akhir penyampaiannya, Ustaz Anam mengingatkan bahwa Allah SWT telah menjanjikan kehidupan yang baik bagi siapa saja yang beriman dan beramal saleh.

"Barang siapa yang berbuat kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan, maka Allah akan memberikan kehidupan yang baik. Ini adalah janji Allah," tuturnya.

Masyarakat diingatkan agar tidak menjadikan harta dan kenikmatan dunia sebagai tujuan utama hidup. Sebaliknya, umat Islam diajak untuk mencari rezeki yang halal, memperbanyak amal saleh, serta menjaga hati agar tetap bersyukur dan selalu berorientasi pada kehidupan akhirat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....