Baznas Nunukan Gelar Khitanan Massal 75 Anak, Gratis untuk Warga

  • 10 Jun 2026 11:13 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Baznas Nunukan menggelar khitanan massal gratis dengan target 75 peserta, dilayani delapan meja tenaga medis di Kantor Baznas Nunukan pada 10 Juni 2026.
  • Kegiatan ini memberikan manfaat dari sisi kesehatan anak sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga, mengingat biaya khitan mandiri yang semakin mahal.
  • Panitia membuka kemungkinan menerima hingga 80 peserta apabila kapasitas tenaga medis masih mampu melayani.

RRI.CO.ID, Nunukan - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nunukan menggelar khitanan massal gratis bagi 75 anak pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Baznas Nunukan dengan melibatkan delapan meja tenaga medis.

Baznas Nunukan menyediakan delapan meja pelayanan medis untuk melayani seluruh peserta khitanan. Setiap meja tenaga medis mampu menangani rata-rata maksimal 10 peserta dalam satu hari. Hal ini disampaikan Ketua Baznas Nunukan, Ustadz Zahri Fadli, di sela kegiatan.

"Untuk hari ini targetnya 75 peserta. Kami menyediakan delapan meja tenaga medis, karena kemampuan tenaga medis rata-rata maksimal menangani sekitar 10 peserta," katanya.

Meski target ditetapkan 75 peserta, panitia membuka kemungkinan penambahan jika kapasitas tenaga medis masih memungkinkan. Fleksibilitas ini disiapkan untuk mengakomodasi antusias warga yang mendaftarkan anaknya.

Khitanan massal ini dinilai memberikan manfaat ganda bagi masyarakat Nunukan. Selain aspek kesehatan anak, kegiatan ini juga meringankan beban ekonomi keluarga yang kurang mampu.

"Sehingga kalau misalnya mencapai 80 anak, selama tenaga medis masih mampu, tetap bisa kami terima. Mungkin itu gambarannya." ujarnya.

Baznas Nunukan membuka toleransi penerimaan peserta hingga 80 anak selama kapasitas tenaga medis mencukupi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial Baznas Nunukan dalam penyaluran dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Tentu ini akan sangat membantu masyarakat. Yang pertama dari aspek kesehatan bagi anak-anak, sehingga kesehatannya akan lebih terjaga. Yang kedua dari aspek ekonomi, karena jika dilakukan secara mandiri, biayanya saat ini sudah cukup mahal," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....