BRIN dan Smithsonian Teliti Mamalia Endemik Borneo di TN Kayan Mentarang

  • 02 Jun 2026 14:05 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - BRIN dan Smithsonian Institution memulai penelitian mamalia endemik Borneo di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Riset kolaborasi internasional ini diharapkan dapat mengungkap kekayaan satwa liar yang hidup di salah satu bentang alam terpenting di Pulau Kalimantan.

Tim peneliti yang terlibat berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN serta Smithsonian Institution dari Amerika Serikat. Mereka akan melakukan survei lapangan untuk mendata berbagai jenis mamalia kecil yang hidup di kawasan hutan Kayan Mentarang.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari program riset internasional yang bertujuan menelusuri kembali kawasan-kawasan endemik Borneo. Wilayah ini selama ini diyakini memiliki peran penting dalam pembentukan keanekaragaman hayati daratan Asia Tenggara.

Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito, mengatakan data hasil penelitian akan menjadi informasi penting bagi upaya konservasi satwa dan pengelolaan kawasan taman nasional. Selain itu, hasil riset juga diharapkan dapat memperkaya data ilmiah mengenai mamalia endemik Borneo yang hingga saat ini masih terus diteliti.

"Melalui survei mamalia kecil ini, kami berharap dapat mengungkap lebih banyak kekayaan keanekaragaman hayati di TN Kayan Mentarang sekaligus memperkuat data yang dibutuhkan untuk mendukung upaya konservasi kawasan," kata Seno Pramudito, Selasa (2/6/2026).

Tim peneliti yang telah tiba di Nunukan di antaranya Nurul Inayah dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN serta Dr. Melissa Hawkins dari Departemen Mamalia Smithsonian Institution. Sejumlah peneliti dari Louisiana State University juga dijadwalkan bergabung dalam kegiatan penelitian tersebut.

Keberadaan para peneliti internasional ini menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia terhadap kekayaan hayati yang dimiliki Pulau Borneo. Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang dinilai masih menyimpan banyak informasi penting mengenai persebaran satwa endemik yang belum sepenuhnya terungkap.

Selama penelitian berlangsung, tim peneliti diharapkan tetap menjaga kelestarian kawasan dan menghormati adat istiadat masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat adat juga diharapkan dapat mendukung kelancaran penelitian di lapangan.

Hasil penelitian nantinya diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi dunia ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat upaya perlindungan satwa liar dan ekosistem hutan di Taman Nasional Kayan Mentarang. Luas kawasan yang mencapai lebih dari satu juta hektare, TN Kayan Mentarang menjadi salah satu benteng terakhir habitat alami berbagai spesies endemik Borneo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....