Memaksimalkan 10 Hari Pertama Dzulhijjah dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah
- 25 Mei 2026 08:48 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Amalan ini memiliki keutamaan yang luar biasa bagi umat Islam yang mengerjakannya.
Puasa Arafah menjadi kesempatan emas untuk meraih ampunan dari Allah SWT. Ibadah ini termasuk dalam rentetan amalan sunnah yang dianjurkan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Secara urutan, umat Muslim biasanya melaksanakan puasa Tarwiyah terlebih dahulu pada 8 Dzulhijjah, kemudian meneruskannya dengan puasa Arafah keesokan harinya, yaitu pada 9 Dzulhijjah.
Kedua puasa ini mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Jika puasa Tarwiyah diyakini dapat menghapus dosa setahun, maka puasa Arafah memiliki keutamaan dapat menghapus dosa dua tahun, yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Selain itu, doa yang dipanjatkan pada hari Arafah juga memiliki peluang besar untuk dikabulkan, karena bertepatan dengan waktu wukuf jemaah haji di Padang Arafah. Oleh karena itu, puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji.
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Bagi Anda yang ingin mengamalkannya, puasa Tarwiyah Arafah diawali dengan membaca niat. Berikut adalah lafal niat puasa Tarwiyah dan Arafah:
1. Puasa Tarwiyah
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi ta’ālā.
(Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala”)
2. Puasa Arafah
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala
(Artinya: "Aku niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala")
Niat puasa ini sebaiknya dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Setelah membaca niat, umat Muslim dapat melanjutkan dengan makan sahur, melaksanakan salat Subuh, dan bersiap menjalani ibadah puasa hingga waktu berbuka tiba.
Sumber: kotasemarang.baznas.go.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....