BMKG Prediksi Curah Hujan Nunukan Turun Drastis Awal Juni 2026

  • 15 Mei 2026 07:29 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • BMKG memprediksi penurunan curah hujan yang signifikan di wilayah Nunukan mulai awal Juni 2026.
  • Curah hujan diperkirakan merosot hingga ke angka 20-50 mm per sepuluh hari atau masuk zona oranye.
  • Masyarakat dan pelaku sektor usaha diminta waspada terhadap tren kekeringan yang mulai terlihat nyata.

RRI.CO.ID, Nunukan - Masyarakat Nunukan diminta mewaspadai tren penurunan curah hujan yang diprediksi akan terjadi secara signifikan dalam waktu dekat. Fenomena ini diperkirakan mulai melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Utara pada pertengahan tahun.

Pemantauan data dasarian menunjukkan adanya perubahan warna zona cuaca dari hijau menuju oranye di wilayah perbatasan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari para pelaku usaha perkebunan maupun sektor rumput laut setempat. Hal ini disampaikan Forecaster Klimatologi Stasiun Meteorologi Kelas III Tanjung Harapan, Farid Hardiansyah beberapa waktu lalu.

"Nah, untuk dampak-dampak krusial yang harus diwaspadai, jika kita melihat prediksi curah hujan dasarian, ada tren penurunan curah hujan yang cukup nyata. Di Mei dasarian 2 dan 3, Nunukan masih berada di zona kuning ke hijau, curah hujan 50-100 mm, Artinya hujan di predisi masih cukup tersedia." katanya.

Penurunan volume air ini dapat memicu keterbatasan suplai air bersih bagi kebutuhan harian rumah tangga di Nunukan. Sektor pertanian juga berpotensi menghadapi tantangan serius akibat minimnya pasokan air dari langit selama periode tersebut.

Zona oranye menandakan intensitas hujan yang sangat rendah dan meningkatkan risiko kebakaran hutan maupun lahan di perbatasan. Pemerintah daerah perlu melakukan langkah mitigasi dini untuk mencegah dampak kekeringan yang lebih luas bagi warga.

"Sementara pada Juni dasarian 1, kita harus lebih waspada karena wilayah Nunukan dan sebagian besar Kaltara mulai masuk ke zona oranye dengan curah hujan rendah berkisar 20-50 mm per 10 hari," ujarnya.

Pihak BMKG akan terus memperbarui informasi perkembangan cuaca guna memberikan peringatan dini bagi seluruh elemen masyarakat. Warga diharapkan dapat menampung cadangan air selama hujan masih tersedia di sisa bulan Mei ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....