BPBD Nunukan Catat 17 Kasus Karhutla hingga Maret 2026, Lampaui Kasus Banjir
- 30 Apr 2026 13:13 WIB
- Nunukan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mengungkapkan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi jenis bencana yang paling mendominasi sepanjang tahun ini. Terhitung hingga Maret 2026, sebanyak 17 kasus karhutla dilaporkan telah terjadi di berbagai titik di Nunukan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi dan Sistem Data BPBD Kabupaten Nunukan, Daniel, dalam dialog Kentongan Dalam Studio yang mengusung tema 'Kemarau Tiba, Nunukan Siaga Karhutla' di Studio Pro 1 RRI, Kamis (30/4/2026).
"Jika merujuk pada laporan yang kami rilis hingga periode Maret, kasus karhutla memang mendominasi dan melampaui kasus banjir. Biasanya banjir yang paling sering terjadi, namun data dari Pusdalops BPBD mencatat sudah ada 17 kasus karhutla," ujar Daniel.
Meskipun frekuensi kejadian cukup tinggi, Daniel menjelaskan skala kebakaran yang terjadi cenderung kecil sehingga belum sampai mengganggu aktivitas harian masyarakat secara signifikan. Kendati demikian, BPBD memastikan upaya penanganan di lapangan tetap berjalan optimal.
"Dari segi luas lahan yang terbakar masih relatif kecil, sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas warga seperti tahun-tahun terdahulu yang dampaknya bahkan sampai ke negara tetangga. Namun, kami tetap siaga melakukan penanganan cepat," jelasnya.
Daniel menuturkan, kendala utama di lapangan adalah faktor manusia, di mana masih ditemukan warga yang nekat membuka lahan dengan cara membakar. Ke depan, BPBD berkomitmen untuk memperkuat langkah preventif melalui patroli rutin di wilayah dengan tingkat kewaranan tinggi terhadap aktivitas pembukaan lahan.
"Masyarakat terus kita imbau, terutama saat memasuki musim kemarau, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Namun, faktor manusia ini masih menjadi tantangan utama kami di lapangan. Harapan kita, patroli ditingkatkan terutama di daerah yang sudah terpetakan memiliki aktivitas pembukaan lahan yang tinggi. Ini yang harus kita siasati bersama," ujarnya.
Daniel menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama. Menurutnya, kerja sama dengan TNI, Polri, aparat desa, hingga relawan kebencanaan terus diperkuat demi memastikan Nunukan tetap aman dari ancaman karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....