Investor Siap Kucurkan Rp25 Triliun Bangun Kereta Kalimantan Utara
- 26 Apr 2026 16:46 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- PT Intra Indonesia Transit Sinergi berencana membangun jalur kereta api di Kalimantan Utara hingga Rp25 triliun.
- Pemerintah Kabupaten Nunukan mendukung investasi tersebut dengan syarat melibatkan masyarakat lokal dan melakukan sosialisasi terbuka.
- Penyelesaian izin kawasan hutan melalui Kementerian Kehutanan menjadi prasyarat teknis utama sebelum pelaksanaan proyek dimulai.
RRI.CO.ID, Nunukan - Investor berencana membangun jalur kereta api di Kalimantan Utara dengan total nilai investasi mencapai Rp25 triliun. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Utara pekan lalu.
PT Intra Indonesia Transit Sinergi memaparkan rencana pembangunan jalur serta armada kereta api secara komprehensif. Presentasi tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan pemerintah daerah dari Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, Malinau dan Provinsi. Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Nunukan, Muhammad Firnanda.
"Jadi dalam hal itu adalah kita menyaksikan presentasi dari PT Intra Indonesia Transit Sinergi yang berencana akan menginvestasikan jalur perkeretaapian, termasuk kereta apinya, kurang lebih investasi yang disampaikan kemarin direncanakan sekitar Rp20-25 triliun," katanya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan menyambut baik rencana besar tersebut selama memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat. Dukungan diberikan sepenuhnya guna memastikan pembangunan infrastruktur berjalan selaras dengan kebutuhan warga setempat.
Aspek pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat menjadi syarat mutlak yang ditekankan oleh pihak pemerintah daerah. Sosialisasi secara masif diperlukan agar proses pelaksanaan investasi tidak mengabaikan hak-hak warga di lapangan.
"Nah, kami dari sisi Pemerintah Kabupaten Nunukan pada prinsipnya sepanjang rencana investasi itu memang benar-benar untuk masyarakat, maka dari Kabupaten Nunukan pada prinsipnya sangat-sangat mendukung, kalau dari kami hanya menekankan bagaimana ketika pelaksanaan investasi ini tetap tidak mengabaikan keterlibatan masyarakat, artinya dalam prosesnya ada sosialisasi dengan masyarakat, dan lain sebagainya," ujarnya.
Pemerintah daerah juga mengingatkan pengembang untuk segera menuntaskan prosedur teknis terkait perizinan kawasan hutan. Koordinasi dengan Kementerian Kehutanan menjadi langkah krusial karena jalur kereta akan melintasi wilayah hutan.
"Kemudian terkait hal-hal lain teknis dari teman-teman dari Bupati Kabupaten Bulungan dan juga Malinau, juga mengingatkan ke pengembang, untuk sebelum pelaksanaan kita harus menyelesaikan dulu hal-hal yang prinsip, seperti karena ini jalur melalui kawasan hutan, jadi otomatis urusannya ada di teman-teman di pemerintah kementerian, di Kementerian Kehutanan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....