Pentingnya Mengisi Ulang Keimanan di tengah Hiruk Pikuk Dunia
- 23 Apr 2026 20:12 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Kamu mungkin pernah atau sedang merasakan naik turunnya keimanan dalam diri. Kadang semangat, kadang lesu atau bahkan hilang sama sekali. Seringkali kita mungkin terdistraksi dengan kesibukan duniawi sampai tidak sempat melakukan refleksi diri dan tidak menyadari bahwa iman kita sedang butuh di-charge.
Naik turunnya iman itu sebetulnya suatu hal yang memang akan terjadi. Ustadz Anam Azhari, dalam Mutiara Pagi edisi hari Kamis 23 April 2026 “Ketika Baterai Lemah Lebih Mengkhawatirkan Daripada Iman yang Lemah”, memberikan pencerahan bahwasanya Rasulullah pernah berkata, "Didalam setiap amalan apapun itu pasti ada masa kita bersemangat."
Kalau begitu, seperti apa indikator untuk mengetahui lemah kuatnya iman kita? Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari semangat atau tidaknya kita dalam melaksanakan ibadah. Terkadang ketika kita malas melakukan ibadah, itulah tanda bahwa iman kita sedang lemah. Padahal jika kita tahu bahwa ketika Allah SWT memberikan keimanan dan hidayah kepada kita adalah sesuatu yang istimewa, niscaya akan sangat rugi bila kita tidak memaksimalkan hal itu.
Allah SWT memang memberikan kenikmatan dunia kepada semua hambanya baik yang beriman maupun tidak. Namun, khusus untuk kenikmatan kepahaman agama, Allah SWT hanya memberikan hal tersebut kepada orang-orang yang dicintaiNya saja.
“Kadang-kadang keimanan itu akan berkurang dan indikatornya ketika iman itu sedang baik, sedang full, maka ditandai dengan baiknya kita didalam melaksanakan ibadah dan indikatornya ketika keimanan itu lemah adalah kita tidak bersemangat dalam melaksanakan ibadah.” jelas ustadz Anam Azhari.
Oleh karena itu, lebih lanjut ustadz Anam menjelaskan bahwa ada empat cara untuk mengikat keimanan kita. Pertama, perbanyak bersyukur kepada Allah SWT. dengan bersyukur maka kita akan bisa merasakan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, terutama dalam nikmat hidayah dan keimanan.
Kedua, bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah. Ustadz anam menjelaskan bahwa ibadah yang apabila dilakukan dengan bersungguh-sungguh maka Allah SWT akan memberikan petunjuk jalannya dan akan memberikan manfaat dari apa yang dia lakukan dengan bersungguh tadi, termasuk dalam hal ibadah.
Ketiga, mengagungkan terhadap hidayah Allah SWT. Kemudian yang terakhir, diikuti dengan doa sebab doa adalah pengikat iman paling luar biasa. Semoga dengan cara-cara ini bisa senantiasa membantu kita me-recharge keimanan kita agar selalu penuh.
(Sumber: Mutiara Pagi RRI Nunukan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....