Kemenag Kabupaten Nunukan Menggelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

  • 20 Apr 2026 13:34 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Kementerian Agama Kabupaten Nunukan melakukan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi Guru Pendidikan Agama Islam dan Guru Madrasah Se-Kabupaten Nunukan. Staf Ahli Setkab Nunukan Alimuddin menyampaikan Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan memiliki tantangan yang tidak ringan dalam pembangunan sektor pendidikan, kondisi geografis yang tersebar, akses transportasi yang terbatas di beberapa wilayah, serta kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, menjadi realitas yang terus dihadapi bersama. Namun demikian, di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan akses layanan pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan dan bimbingan teknis, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, terus kita dorong secara berkelanjutan.

‘Selian itu kita juga dihadapkan pada tantangan kualitas Sumber Daya Manusia termasuk kebutuhan peningkatan kompeteni tenaga pendidik, pemanfaatan teknologi, dalam pembelajaran serta penguatan pendidikan karakter ditengah arus globalisasi yang begitu cepat”, ucapnya, Senin, (20/4/2026).

Tidak dapat dipungkiri, perkembangan zaman saat ini membawa dampak yang sangat besar terhadap perilaku dan pola pikir generasi muda, yang jika tidak diimbangi dengan pendidikan nilai yang kuat, dapat mengikis jati diri dan moralitas.

“Namun demikian dengan berbagai keterbatasan tersebut Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan akses layanan pendidikan, peningkatan kualitas pendidik melalui pelatihan dan bimbingan teknis hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Agama yang terus kita dorong secara berkelanjutan”, ujarnya.

Kurikulum berbasis cinta menjadi sangat relevan untuk diterapkan di Kabupaten Nunukan, pendekatan ini mengajarkan bahwa pendidikan harus dilandasi dengan kasih sayang, ketulusan, kesabaran, serta penghargaan terhadap setiap potensi anak didik. Guru bukan hanya sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi sebagai sosok yang mampu menjadi teladan, membangun kedekatan emosional, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. dengan pendekatan berbasis cinta. (DR).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....