Menguatnya Nilai Tukar Ringgit Dinilai Picu Masyarakat untuk Bekerja ke Malaysia

  • 17 Apr 2026 20:05 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Menguatnya nilai tukar ringgit Malaysia terhadap rupiah dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu masyarakat Kabupaten Nunukan untuk bekerja ke Malaysia. Kondisi ini dianggap memberikan peluang penghasilan yang lebih besar dibandingkan bekerja di dalam negeri.

Perbedaan nilai tukar mata uang membuat gaji yang diterima di Malaysia terasa lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi masyarakat yang mencari pekerjaan dengan penghasilan lebih menjanjikan.

Salah seorang warga di Jalan Pasar Baru Nunukan, Basri, menilai bahwa banyak masyarakat kini lebih memilih bekerja ke Malaysia karena upah yang dinilai lebih besar. Selain itu, faktor kedekatan geografis antara Nunukan dan Malaysia juga memudahkan mobilitas masyarakat.

"Apalagi nilai tukar ringgit terhadap rupiah sedang menguat, sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk bekerja ke Malaysia,” ujar Basri, Jumat (17/4/2026).

Meski demikian, menguatnya nilai tukar ringgit dikhawatirkan dapat meningkatkan potensi keberangkatan pekerja secara nonprosedural. Kondisi ini dipicu oleh keinginan masyarakat untuk bekerja lebih cepat, sementara proses resmi dinilai memerlukan waktu yang lebih lama.

"Yang dikhawatirkan masyarakat tergiur dan memilih jalur tidak resmi karena ingin cepat berangkat, meskipun risikonya cukup tinggi,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar tetap mengikuti prosedur resmi, mengingat risiko yang cukup tinggi jika berangkat secara ilegal. Menurutnya, proses pengurusan dokumen kini lebih mudah karena dilakukan melalui sistem Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....