Perang di Timur tengah Berdampak Naiknya Harga Plastik di Nunukan

  • 09 Apr 2026 13:41 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Pedagang plastik Jalan Sudirman, RT.2 Kelurahan Nunukan Utara Meriana mengatakan harga plastik kenaikannya lumayan tinggi, dan paling dirasakan oleh pembeli, yang sebelumnya masih diharga normal kini kaget dengan harga yang cukup tinggi. Ia juga menyampaikan bahwa bahan baku pembuatan plastik sulit didapatkan, efek dari perang di Timur Tengah, sehingga semua yang berbahan plastik terutama plastik kresek dan gelas plastik yang lumayan tinggi naiknya. Ia menyebut jika sebelumnya harga plastik berada di kisaran Rp.22.000, kini di harga Rp.27.000,- kemudian mau pesan lagi sudah naik di kisaran Rp.30.000,-, kemudian kantong plastik kresek paling terasa, yakni Rp.5.000,- menjadi Rp.8.000,- Rp.9.000,-.

“Dia kan ada banyak merk, kadang beda merk beda juga ketebalannya itu yang lumayan sih naiknya terutama seperti plastik, plastik es gajah itu juga lumayan tinggi naiknya seumpamanya sebelumnya Rp.900,000,- sekarang sudah Rp.1,5 juta harga kita beli saja sudah segitu, ya cukup terasa sih bagi pembeli”, ucapnya, Kamis, (9/4/2026)/

Ia juga mengungkapkan sebagai penjual mengalami dilema, tidak dibeli namun dibutuhkan juga mau tidak mau ketika dibeli dengan harga tinggi terpaksa menjualnya diharga tinggi juga. Apalagi barang plastik merupakan kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha.

“Kurang lebih saja, karena memang kebutuhan jadi kalau kebutuhan sih kalau mereka ga beli, ga bisa dijual, ga ada yang dijual gitu juga kan, jadi mau ga mau ya harga mereka juga mungkin dinaikkan juga jadi semua terasa kenaikkannya”, ujarnya.

Ia mengatakan kenaikan harga plastik baru di awal bulan April 2026, bahkan di akhir bulan Maret sudah ada informasi jika ada kenaikan namun baru terasa di bulan April harga plastik perlahan-lahan naik. Sementara pihaknya menjual dan menghabiskan stok lama dengan harga lama, kemudian masuk barang baru dengan harga baru, hal ini terpaksa dinaikkan jika masih bertahan di harga lama, akan mengalami kerugian dan tidak kembali modal. (DR).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....