Kadin Kaltara Ungkap Mukab Nunukan Momentum Strategis Penguatan Ekonomi Daerah
- 01 Apr 2026 15:43 WIB
- Nunukan
RRiI.CO.ID, Nunukan – Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan tahun 2026 resmi digelar di Kopi Mood, Rabu (1/4/2026), sebagai bagian dari agenda pemilihan Ketua Kadin Nunukan periode 2026–2031.
Ketua Kadin Provinsi Kalimantan Utara, Kilit Laing, melalui Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Organisasi, Akhid Ubaidillah, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa Mukab bukan sekadar agenda formal pergantian kepengurusan maupun evaluasi rutin organisasi.
Menurutnya, Mukab merupakan momentum strategis untuk merumuskan arah pergerakan dunia usaha di daerah, khususnya di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan dan peluang.
“Ini adalah momentum strategis untuk merumuskan arah pergerakan dunia usaha di daerah kita. Kita harus bergerak dengan strategi yang tepat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Akhid menyampaikan lima poin utama yang menjadi fokus Kadin ke depan, sejalan dengan visi nasional Kadin Indonesia.
Pertama, percepatan pengembangan usaha generasi muda. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus diposisikan sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar penonton. Kadin diharapkan menjadi wadah yang membuka ruang luas bagi wirausaha muda melalui kemudahan akses perizinan, pendanaan, hingga pendampingan bisnis.
Kedua, akselerasi digitalisasi usaha. Transformasi digital dinilai menjadi kebutuhan mutlak, terutama bagi pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Digitalisasi tidak hanya sebatas pemasaran online, tetapi juga mencakup manajemen keuangan digital, pemasaran berbasis data, serta pemanfaatan teknologi untuk efisiensi produksi.
Ketiga, penguatan kerja sama dengan pemerintah. Kadin disebut sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat melalui komunikasi yang intensif dan konstruktif, khususnya dalam penyederhanaan regulasi, pengembangan investasi, serta penyelesaian berbagai hambatan di lapangan.
Keempat, pembinaan UMKM yang berkelanjutan. Akhid menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah dan nasional, sehingga perlu pembinaan secara holistik, mulai dari permodalan, peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, hingga akses pasar.
Kelima, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menilai bahwa SDM unggul menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan. Oleh karena itu, diperlukan investasi melalui program vokasi, pelatihan berbasis industri, serta penguatan link and match dengan dunia pendidikan.
Melalui Mukab ini, diharapkan lahir program-program konkret yang mampu mendorong pertumbuhan dunia usaha di Kabupaten Nunukan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....