BMKG Minta Pemerintah Daerah Nunukan Siaga Antisipasi Krisis Air dan Pangan

  • 31 Mar 2026 07:08 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - BMKG mengeluarkan imbauan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan guna memitigasi dampak buruk musim kemarau tahun ini. Langkah antisipasi tersebut sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keselamatan masyarakat di perbatasan.

Kondisi cuaca yang tidak menentu menciptakan tantangan tersendiri bagi pengelolaan sumber daya alam di wilayah Kabupaten Nunukan. Beberapa kecamatan bahkan mengalami fenomena cuaca yang bertolak belakang dalam waktu bersamaan akhir-akhir ini. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Kelas II Nunukan, William Sinaga.

"Ya, tentu saja untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, khususnya di wilayah Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik ya, karena wilayah tiga itu cenderung hujan sepanjang tahun, dan bulan kemarin kita ada hujan apa banjir juga, mengalami banjir kemarin," katanya.

Perbedaan kondisi atmosfer antarwilayah di Nunukan menuntut penanganan yang lebih spesifik dan tepat sasaran bagi pemerintah. Sektor pertanian menjadi fokus utama karena sangat rentan terhadap perubahan ketersediaan air yang terjadi secara mendadak. Manajemen sumber daya air pada embung atau penampungan harus dioptimalkan untuk menjaga pasokan kebutuhan domestik warga. Selain itu, perlindungan terhadap kawasan hutan tetap menjadi prioritas guna mencegah terjadinya bencana kebakaran yang merugikan.

"Pada saat kita mengalami kekeringan, disana banjir. Jadi untuk yang mengantisipasi dampak musim kemarau nya, ya diperlukan diperhatikan tadi seperti yang sudah disampaikan, yaitu sektor pangan, penanaman di Pertanian," ujarnya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memperhatikan kondisi sumber daya air, sektor pertanian, serta potensi kebakaran lahan selama periode kemarau. Antisipasi sejak dini dinilai penting agar dampak musim kemarau tidak mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan.

"Terus sumber daya air, sumber daya air kita, apakah itu embung, itu perlu diperhatikan. Lingkungan dan kehutanan, dan kebencanaan tadi, ya itu tadi, agar mengantisipasi tidak terjadinya kebencanaan kebakaran karhutla," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....