Akses Terisolir, Hasil Pertanian Melimpah di Krayan Sulit Dipasarkan
- 25 Mar 2026 13:16 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Hasil panen buah di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang melimpah justru menjadi ironi bagi para petani di wilayah perbatasan tersebut. Keterbatasan akses distribusi mengakibatkan hasil pertanian terancam membusuk dan kehilangan nilai ekonomi.
Kondisi ini kembali terjadi pada musim panen tahun ini, ketika produksi buah meningkat signifikan. Namun, minimnya infrastruktur transportasi mengakibatkan petani kesulitan memasarkan hasil panen ke luar daerah.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus, mengungkapkan bahwa wilayah Krayan yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara menjadi kendala utama distribusi barang di wilayah itu. Biaya operasional pengiriman yang tinggi mengakibatkan hasil pertanian tidak mampu bersaing di pasar luar.
.“Mau bawa ke luar susah juga, jadi dari dulu itu buahnya itu melimpah, paling berapa saja yang bisa dimakan, dan ini berlangsung setiap tahun,” kata Oktavianus, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan konsumsi masyarakat setempat menyebabkan sebagian besar hasil panen tidak terserap. Akibatnya, buah-buahan yang tidak terjual akhirnya membusuk tanpa dapat dimanfaatkan.
“Itulah kita sayangkan karena nilai ekonominya tidak ada padahal hasil alam ini m elimpah,” ujarnya.
Menurut Oktavianus, persoalan ini terus berulang setiap musim buah tanpa solusi. Ia menilai kondisi ini menunjukkan ketimpangan pembangunan di wilayah perbatasan.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur di Krayan. Pembangunan akses jalan darat dinilai menjadi solusi strategis untuk memperlancar distribusi barang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....