Sejarah, Keutamaan dan Makna Hari Raya Idul Fitri dalam Islam

  • 20 Mar 2026 08:01 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Hari Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah hari besar umat Islam yang di dalamnya terdapat shalat sunnah Idul Fitri dan tradisi silaturahim. Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah dan menjadi momen kemenangan serta kembali ke fitrah. Hari Raya Idul Fitri menjadi penanda berakhirnya puasa Ramadhan sebulan penuh. Menjadikan kemenangan atas umat Islam yang telah berjuang menahan diri dari makan dan minum, serta berbagai hal lain yang dapat merusak dan membatalkan ibadah puasa.

Awal mula dilaksanakannya Hari Raya Idul Fitri pada tahun ke-2 Hijriah. Saat itu bertepatan dengan kemenangan kaum muslimin dalam perang badar. Kemenangan itu menjadi sejarah bahwa di balik perayaan Idul Fitri ada kisah dan perjuangan para sahabat untuk meraih kemenangan dan menjayakan Islam. Maka demikian, setelah kemenangan diraih umat Islam, secara tidak langsung mereka merayakan dua kemenangan, yaitu kemenangan atas dirinya yang telah berhasil berpuasa selama satu bulan, dan kemenangan dalam perang badar. Hal itu disampaikan ustaz Husni Mubarak dalam acara Mutiara Pagi RRI Nunukan Jumat, 20 Maret 2026 yang dipandu penyiar Wina Dewiana.

Rasulullah SAW bersabda, kaum jahiliyah dalam setiap tahunnya memiliki dua hari yang digunakan untuk bermain, ketika Nabi Muhammad SAW datang ke Madinah, Rasulullah bersabda: Kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan bermain, sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i).

Hari Raya Idul Fitri tidak hanya sebuah momentum atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mengotori pahala puasa. Idul Fitri merupakan suatu hari yang harus dibanggakan, karena pada hari tersebut Allah SWT menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat Hari Raya Idul Fitri.

Oleh karena itu, Idul Fitri tidak hanya tentang baju baru namun lebih dari itu dimana seorang hamba yang beriman dapat kembali fitri hati dan ibadahnya setelah melewati bulan Ramadhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....