Minim Pasien Keluar Daerah, Kepercayaan Masyarakat ke RSUD Nunukan Meningkat

  • 06 Mar 2026 15:17 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Tingkat kepercayaan masyarakat untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Hal ini terlihat dari semakin minimnya pasien yang memilih berobat ke luar daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau, Sp.B., mengatakan pada awal tahun 2025 jumlah pasien yang berobat di RSUD Nunukan berkisar antara 4.000 hingga 4.500 orang setiap bulan. Namun, seiring peningkatan pelayanan, jumlah tersebut terus meningkat hingga kini mencapai lebih dari 5.000 hingga 6.000 pasien per bulan.

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien tersebut bukan disebabkan oleh meningkatnya angka masyarakat yang sakit, melainkan karena semakin sedikit masyarakat yang memilih berobat ke luar daerah.

“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Nunukan terus meningkat. Banyak warga yang sebelumnya berobat ke luar daerah kini lebih memilih mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Nunukan karena kualitas layanan yang semakin membaik,” ujar dr. Andi Bau dalam konferensi pers di RSUD Nunukan, pada Jumat (6/3/2026).

https://rri.co.id/nunukan/features/2241824/bangkit-dari-tekanan-keuangan-rsud-nunukan-pulihkan-layanan-dan-kepercayaan

Sejak menjabat sebagai Plt. Direktur RSUD Nunukan pada Mei 2025, dr. Andi Bau melakukan berbagai inovasi guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk program jangka pendek, RSUD Nunukan melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya rehabilitasi Gedung Anggrek dan Bougenville, memfungsikan Gedung Mawar yang telah selesai direhabilitasi pada 2025, menambah layanan cathlab, serta membangun gedung Cytotoxic.

https://berita.rri.co.id/nunukan/regional/2241795/rsud-nunukan-genjot-perbaikan-layanan-dan-pelunasan-hutang-vendor-rp26-miliar⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Sementara itu, untuk program jangka menengah, pihaknya berencana memfungsikan salah satu gedung keperawatan menjadi ruang perawatan paviliun, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga medis. Peningkatan ini mencakup pengembangan dokter umum dan dokter gigi menjadi spesialis, serta spesialis menjadi subspesialis, termasuk peningkatan kompetensi tenaga kesehatan lainnya yang dibutuhkan.

Saat ini RSUD Nunukan memiliki total 681 karyawan yang terdiri dari 196 Aparatur Sipil Negara (ASN), 49 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), 294 PPPK paruh waktu, serta 142 tenaga non-ASN. Idealnya, rumah sakit tersebut membutuhkan sekitar 830 tenaga kerja, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 149 orang. Meski demikian, pihak RSUD Nunukan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memaksimalkan potensi tenaga medis yang tersedia.

Lebih lanjut, Andi Bau juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan pembayaran hutang kepada pihak ketiga sebesar Rp9 miliar. Saat ini masih tersisa utang sebesar Rp16,9 miliar dari total utang RSUD Nunukan pada tahun 2025 yang mencapai Rp26 miliar.

“kegiatan inti atau core business RSUD Nunukan adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan fokus pada pelayanan kuratif dan rehabilitatif, tanpa mengabaikan upaya promotif serta preventif dalam bidang kesehatan” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....