Menyambut Ramadhan Dengan Al-Qur’an

  • 14 Feb 2026 07:43 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, umat Muslim di berbagai penjuru tanah air mulai bersiap diri untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka. Fokus utama dalam penyambutan bulan penuh berkah tahun ini adalah gerakan kembali kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Berbagai lembaga keagamaan dan masjid-masjid besar mulai menggalakkan program "Cinta Al-Qur’an" guna memastikan setiap individu dapat memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbaiki bacaan maupun pemahaman ayat-ayat suci. Antusiasme warga terlihat dari penuhnya pendaftaran kelas tahsin dan tadarus bersama yang diselenggarakan secara daring maupun luring. Di beberapa wilayah, kelompok pengajian remaja hingga lansia mengadakan khataman Al-Qur’an sebagai bentuk pemanasan spiritual sebelum memasuki bulan puasa. Tren ini menunjukkan pergeseran positif di mana persiapan Ramadhan tidak lagi hanya berfokus pada aspek konsumsi atau fisik, melainkan lebih menitikberatkan pada persiapan batiniah.

Menurut Ustaz Husni Mubarak, dalam acara Mutiara Pagi RRI Nunukan Sabtu, 14 Februari 2026, menekankan bahwa persiapan fisik saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan kesiapan batin. Beliau mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas utama dalam menata niat sebelum memasuki bulan penuh ampunan tersebut.

“Ramadan adalah Syahrul Qur’an atau bulannya Al-Qur’an, di mana setiap mukmin seharusnya sudah mulai mengakrabkan diri dengan tilawah sejak bulan Sya'ban. membaca Al-Qur’an bukan sekadar mengejar target khatam secara kuantitas, melainkan membangun interaksi emosional yang mendalam agar pesan-pesan ilahi dapat meresap ke dalam perilaku sehari-hari selama berpuasa”.

Ustaz Husni Mubarak dalam tausiyahnya, beliau memberikan tips praktis bagi masyarakat yang memiliki kesibukan tinggi agar tetap bisa istiqomah. Ustaz Husni menyarankan metode "One Day One Juz" atau setidaknya meluangkan waktu khusus setelah salat fardu untuk tadabur ayat-ayat pendek. "Jangan biarkan Al-Qur’an berdebu di rak buku; jadikan ia teman bicara di setiap helaan napas kita selama Ramadan nanti," pesan beliau dengan tegas.

Lebih lanjut, Ustaz Husni menyoroti fenomena perubahan gaya hidup digital yang seringkali menyita waktu produktif ibadah. Beliau mengimbau agar gawai (smartphone) yang dimiliki digunakan sebagai sarana untuk mempermudah akses membaca Al-Qur’an di mana saja, bukan justru menjadi penghalang untuk fokus beribadah. Dengan begitu, teknologi dapat bertransformasi menjadi ladang pahala jika diniatkan dengan benar.

Dengan persiapan yang matang dan fokus yang jelas pada Al-Qur’an, diharapkan Ramadhan tahun ini menjadi titik balik transformasi spiritual bagi umat Islam. Melalui lantunan ayat-ayat suci yang bergema di setiap rumah dan masjid, suasana Ramadhan diharapkan menjadi lebih syahdu dan penuh ketenangan. Mari kita sambut bulan mulia ini dengan hati yang bersih dan tekad untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam setiap langkah kehidupan kita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....