Jelang Ramadan Ketersediaan Cabai Rawit Terpantau Aman
- 09 Feb 2026 12:39 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan memastikan pasokan cabai terpantau aman dan mencukupi. Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Kabupaten Nunukan Dior Frames mengatakan untuk stok cabai rawit, cabai merah besar, cabai keriting masih tersedia dan masih tergolong aman menjelang bulan suci ramadan, meski ada satu kapal dalam pemeliharaan, namun masih ada kapal swasta yang dapat digunakan untuk mengangkut komoditi dari Sulawesi Selatan. Kemudian cabai tersedia di pasar-pasar di Kabupaten Nunukan dengan variasi harga masih sama di kisaran Rp.60.000,-Rp.80.000,-
“Kalau cabai segar itu biasanya komoditi lokal ya yang baru panen, itu biasanya kalau lokal memang agak lebih mahal karena memang statusnya cabai lokal, itu di kalau di meja Rp.100.00,- Rp.80.000,- masih relatif aman, maksudnya tidak ada keluhan dari pembeli, yang penting kita itu tersedia dulu”, ucapnya, Senin, (9/2/2026).
Dior Frames menyebut harga cabai merah keriting berada di kisaran Rp.50.000,- per kilo, cabai merah besar Rp.50.000,- per kilo, kemudian cabai rawit merah Rp.70.000,- per kilo cabai rawit hijau Rp.45.000,- per kilo, sedangkan bawang merah Rp.40.000,- per kilo, sementara bahan kebutuhan pokok industri seperti gula pasir Rp.16.000,- per liter, minyak goreng premium Rp.25.000,- minyakita Rp.17.000,- per liter.
“Dalam kategori tersedia dengan jumlah stok yang terdata, untuk pembelian belum ada peningkatan jadi nanti itu biasanya kategori menjelang bulan puasa baru akan ada konsumsi yang meningkat dari masyarakat seperti itu, tapi diharapkan per 16 Pebruari 2026, untuk kapal Thalia juga sudah mulai masuk kembali untuk menjaga ketersediaan dan kebutuhan”, ujarnya.
Ia menegaskan agar masyarakat Nunukan tidak panik buying, dan tidak ada penimbunan. Berkaca dari pengalaman tahun lalu, tetap tersedia hanya pembelian atau konsumsi yang meningkat, sedangkan kenaikan harga cabai dan komoditi lain masih dalam ambang batas wajar. (DR).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....