Wamendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Perbatasan

  • 01 Feb 2026 12:23 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan: Wajah pendidikan di perbatasan Kabupaten Nunukan dipastikan akan semakin cerah. Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Dr. Atip Latipulhayat dalam rangka peresmian revitalisasi satuan pendidikan yang dipusatkan di SMKN Sebatik Barat, Sabtu (17/01/2026).

Revitalisasi ini merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah secara masif. Mulai dari rehabilitasi ruang kelas hingga penyediaan toilet dan perpustakaan standar nasional, pemerintah ingin memastikan anak-anak di beranda terdepan Indonesia mendapatkan fasilitas belajar yang nyaman, aman dan setara dengan wilayah perkotaan.

Wamendikdasmen menekankan bahwa gedung kokoh dan fasilitas memadai adalah fondasi utama bagi anak didik. Dengan lingkungan yang layak, siswa diharapkan dapat lebih fokus mengeksplorasi potensi mereka tanpa harus terganggu oleh kendala fisik bangunan. Pendidikan berkualitas, menurutnya, harus dimulai dari kenyamanan ekosistem belajar.

Wamen juga menginstruksikan percepatan pendataan sekolah tingkat SD dan SMP yang benar-benar memerlukan prioritas revitalisasi tahun ini. Langkah ini menunjukkan keseriusan kementerian dalam melakukan intervensi cepat bagi sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan, agar pemerataan kualitas pendidikan tidak hanya sekadar slogan.

Wabup Hermanus menyambut baik perhatian pusat ini sebagai bentuk penguatan pendidikan di wilayah perbatasan. Beliau menegaskan bahwa menjaga perbatasan bukan hanya soal keamanan wilayah, tetapi juga soal memastikan anak-anak perbatasan tumbuh menjadi penjaga masa depan bangsa yang tangguh dan memiliki bekal ilmu yang cukup.

Kegiatan ini ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan SMA IT Persis Sebatik Barat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan menjadi katalisator bagi lompatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nunukan, menciptakan lingkungan belajar inklusif yang mampu melahirkan kader-kader bangsa berilmu dan berakhlak mulia. MM


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....