Instrospeksi Diri dalam Menerima Musibah

  • 01 Feb 2026 05:23 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Program acara Mutiara Pagi yang disiarkan oleh LPP RRI Nunukan kembali menghadirkan kajian keislaman yang menyejukkan hati pendengar. Pada edisi kali ini, topik yang diangkat adalah “Introspeksi Diri dalam Menerima Musibah”, dipandu oleh presenter H. M. Ridwan Supangat, S.H.

Dalam siaran tersebut, Ustaz Muamar Kadafi, M.Pd. hadir sebagai narasumber. Ia menyampaikan bahwa musibah yang terjadi di tengah kehidupan manusia tidak terlepas dari kehendak Allah SWT, sekaligus menjadi pengingat bagi manusia untuk melakukan evaluasi diri.

Ustaz Muamar Kadafi mengutip Surah Ar-Rum ayat 41, yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia. Ayat ini menjadi penegasan bahwa sebagian musibah hadir sebagai akibat dari kelalaian manusia sendiri dalam menjaga amanah Allah di muka bumi.

Lebih lanjut disampaikan, musibah juga merupakan alat seleksi keimanan, untuk membedakan antara orang-orang yang sabar dan yang tidak sabar dalam menghadapi ujian hidup. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 156, bahwa manusia akan diuji dengan rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.

“Ketika Allah memberikan musibah, orang yang beriman memandangnya bukan sebagai hukuman semata, melainkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Ustaz Muamar Kadafi pada Minggu (1/2/2026).

Di akhir acara, Ustaz Muamar Kadafi kembali mengingatkan pendengar pentingnya introspeksi diri dalam menerima setiap musibah yang diberikan oleh Allah SWT. Ia menegaskan bahwa musibah hendaknya disikapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan perbaikan diri, karena bagi orang beriman, setiap ujian merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui program Mutiara Pagi, RRI Nunukan terus berkomitmen menghadirkan siaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan spiritual. Program ini sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketahanan mental masyarakat, khususnya di wilayah Nunukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....