Ritual Kifarat Redam Dampak Sosial di Nunukan

  • 29 Jan 2026 20:02 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Provinsi Kalimantan Utara menjelaskan latar belakang ritual adat Kifarat Suku Tidung. Ritual digelar untuk meredam dampak pergesekan Sosial di Nunukan.

Ritual adat Kifarat dilaksanakan sebagai respons atas pergesekan sosial antarsuku. Penanganan perkelahian sebelumnya telah dilakukan oleh pihak Kepolisian. Hal ini disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Provinsi Kalimantan Utara, H. Sura’i.S.Sos.,M.A.P

"Nah, karena kami tidak ke ranah perkelahiannya, karena kemarin juga mungkin sudah di pihak Kepolisian, yang kami masuk adalah pergesekan antar suku. Ya, karena apa? Ada dua suku yang berbeda. Nah, inilah yang kita jaga. adat ini kan selalu menjaga perbedaan antarsuku. Karena adat itu bernaung di aliansi masyarakat adat nusantara yang harus menjaga sama-sama. Nah, jadi bukan kasusnya, tetapi dampaknya tadi," katanya. Kamis (29/01/2026).

Aliansi masyarakat adat menekankan pentingnya menjaga harmoni antarkelompok etnis. Upaya adat dilakukan untuk mencegah konflik meluas di masyarakat. Dampak konflik dinilai berpotensi mengancam keamanan keluarga dan lingkungan sekitar. Langkah adat dipilih untuk menekan risiko konflik lanjutan.

"Karena salah satu, korban ini sudah mempersiapkan hal-hal yang mungkin bisa membahayakan keluarga yang melakukan perbuatan tadi, pelanggaran, bahkan mungkin kepada masyarakat sekitar dan bisa saja ke daerah kita," ujarnya.

Ritual Kifarat diharapkan mampu meredam ketegangan dan menjaga stabilitas daerah. Pendekatan adat dipandang efektif menjaga persatuan masyarakat majemuk.

Penulis: Fery Herdiansyah


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....