Lawatan Menteri Besar Kelantan, Peluang Pertukaran Pelajar RI-Malaysia
- 26 Jan 2026 14:35 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kunjungan Menteri Besar Kelantan, Malaysia, Yang Amat Berhormat (YAB) Dato’ Panglima Perang Ustadz Dato’ H. Moh. Nassuruddin bin H. Daud, ke SMA Islam Terpadu (SMAIT) Ibnu Sina Kabupaten Nunukan, memperkuat hubungan pendidikan Islam Lintas Negara. Kunjungan tersebut membuka peluang pertukaran pelajar Indonesia dan Malaysia.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh YAB Menteri Besar Kelantan dan didampingi istri beliau YABhg Datin Nor Hanita binti Wan Yaacob, tiba di SMAIT Ibnu Sina Kabupaten Nunukan pada Sabtu (24/1/2026). Kunjungan YAB menjadi momentum penting penguatan hubungan pendidikan Islam lintas negara.
YAB Menteri Besar Kelantan menyampaikan bahwa lawatan ke Nunukan berawal dari kunjungan kerja ke Tawau, Sabah. Mengetahui kedekatan geografis serta adanya lembaga pendidikan Islam yang dikelola Yayasan Ibnu Sina, ia memandang penting untuk bersilaturahmi secara langsung.
"Saya memberikan apresiasi terhadap konsep pendidikan Ibnu Sina yang mengintegrasikan keilmuan intelektual dan nilai spiritual sebagai satu kesatuan. Menurutnya, model pendidikan seperti ini sangat relevan untuk membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia" ujarnya
Menanggapi hal tersebut, pihak Yayasan Ibnu Sina berharap silaturahmi ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret, minimal dalam bentuk pertukaran pelajar Indonesia–Malaysia dan penguatan jejaring sekolah Islam di masa depan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Ibnu Sina Muhammad Nasir memaparkan bahwa pihaknya mengelola pendidikan Islam terpadu dari TPA hingga SMA dengan total peserta didik sekitar 1.200 siswa. Khusus SMAIT Ibnu Sina, saat ini terdapat 76 siswa dengan sistem boarding dan full day.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara menegaskan bahwa meskipun fasilitas dan jumlah siswa SMAIT masih terbatas, sekolah tersebut memiliki visi besar dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan negara.
Pihak Yayasan Ibnu Sina berharap silaturahmi ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret, minimal dalam bentuk pertukaran pelajar Indonesia–Malaysia dan penguatan jejaring sekolah Islam di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....