Formaline Ajak Etnis di Nunukan Komitmen Merawat Kebinekaan

  • 23 Sep 2025 14:02 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Forum Masyarakat Adat Lintas Etnis (Formaline) Kabupaten Nunukan menggelar Coffee Morning bertema “Merawat Kebinekaan, Merajut Etnis Bersatu” pada Selasa (23/9/2025) pagi di Pendopo Paku Waja, Jalan Bukit Indah Nunukan. Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat daerah, tokoh agama, hingga perwakilan 13 etnis yang ada di Nunukan.

Ketua Formaline Kabupaten Nunukan, Sumari, dalam sambutannya menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemangku kepentingan. Menurutnya, komunikasi yang sehat dapat mencegah terjadinya isu liar yang berpotensi memecah belah masyarakat. “Berbagai kejadian harus disikapi sejak awal. Misalnya isu hukum atau kriminal yang berkembang, masyarakat perlu mendapat informasi benar agar tidak salah paham,” tegas Sumari. Ia juga mendorong pengaktifan kembali pos kamling demi menjaga keamanan lingkungan.

Baca Juga: Dokumen DDDTLH Dasar Penyusunan RPPLH Nunukan 2026

Asisten I Pemkab Nunukan, Haji Abdul Munir, mengapresiasi langkah Formaline dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menegaskan bahwa perbedaan budaya, etnis, dan agama di Nunukan merupakan kekayaan yang harus dijaga. “Kita harus menyadari bahwa semua setara. Menghargai perbedaan dan menanamkan nilai persatuan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya individu,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan etnis menyampaikan pandangan. Wakil etnis Tidung menekankan pentingnya menghidupkan kembali pos kamling. Sementara perwakilan etnis Jawa dari Pakuwaja menyuarakan keresahan warga transmigrasi di Sebakis yang hingga kini belum memperoleh hak lahan dan plasma sebagaimana dijanjikan. Perwakilan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menegaskan bahwa Nunukan adalah “mini Indonesia” yang harus terus dijaga kerukunannya melalui saling percaya dan menghargai.

Senada, perwakilan etnis Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmen membantu pemerintah menjaga keamanan di Nunukan. Meski diakui ada sejumlah permasalahan internal, namun pertemuan lintas etnis ini dinilai penting untuk terus merajut persatuan. “Nunukan adalah tempat persinggahan yang harus tetap aman dan nyaman bagi semua,” ungkapnya.

Baca Juga: PMI Nunukan Fokus Perkuat Relawan dan Regenerasi PMR

Kegiatan ini menjadi lanjutan dari upaya Formaline menjaga kebinekaan di Nunukan. Sebelumnya, organisasi lintas etnis ini juga tercatat aktif menyuarakan penolakan masuknya Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) ke wilayah Nunukan melalui aksi damai dan diskusi publik. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Kesbangpol serta dukungan Polres Nunukan yang menekankan pentingnya menjaga ketertiban. Dengan konsistensi itu, Formaline menegaskan posisinya sebagai wadah perekat lintas etnis di perbatasan. MM


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....