Menghadirkan Akses Pendidikan Tinggi Hingga Ke Pedalaman Perbatasan

  • 08 Sep 2025 15:20 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Sebanyak 140 mahasiswa baru dari wilayah Kabudaya mengikuti kegiatan Orientasi Studi dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) Universitas Terbuka (UT) Tarakan. Kegiatan berlangsung di Gedung BPU Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, pada 6–7 September 2025.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Terbuka karena telah menghadirkan akses pendidikan tinggi hingga ke pedalaman perbatasan. Mayoritas peserta yang terdaftar merupakan kepala desa dan perangkat desa dari wilayah Krayan, Lumbis, serta daerah sekitarnya.

“Pendidikan jarak jauh menjadi solusi nyata bagi masyarakat perbatasan untuk menggapai masa depan lebih baik,” kata Hermanus dalam sambutannya.

Dorong Program Desa Cerdas. Wabup menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui pendidikan jarak jauh. Ia juga mendorong terwujudnya program Desa Cerdas sebagai bagian dari strategi Pemkab Nunukan untuk mengejar ketertinggalan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengusulkan alokasi 10 persen dana desa untuk beasiswa pendidikan mulai tahun 2026. Dengan kebijakan ini, Pemkab menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nunukan yang saat ini berada di angka 69,2, terendah di Provinsi Kalimantan Utara.

“Target kita IPM Nunukan bisa mencapai 75 pada tahun 2030, sehingga desa-desa tidak tertinggal dalam perkembangan zaman dan mampu mendukung visi Indonesia Maju 2045,” ujarnya. Senin (08/09/2025).

Pendidikan untuk Perbatasan. Orientasi ini sekaligus menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dalam memahami sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali keterampilan belajar mandiri agar dapat sukses menempuh perkuliahan meski tinggal di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Dengan hadirnya Universitas Terbuka di wilayah Kabudaya, diharapkan semakin banyak masyarakat desa yang memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Hal ini diyakini dapat membawa perubahan signifikan bagi pembangunan SDM dan masa depan masyarakat di perbatasan. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....