Tilawah Al-Qur’an Energi Spiritual Pembangun Karakter Umat

  • 16 Mar 2026 19:51 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Tilawah Al-Qur’an Energi Spiritual Pembangun Karakter Umat bukan sekadar membaca, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan isi kandungannya. Tilawah merupakan seni membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan tajwid, irama, serta adab membaca sehingga menghadirkan keindahan dan kekhusyukan.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nunukan Ust. H. Muhammad Harun Zain, S.Ag. menjelaskan, secara bahasa kata tilawah berasal dari bahasa Arab tala yatlu tilawatan yang berarti mengikuti. Artinya, seseorang membaca Al-Qur’an dengan mengikuti huruf demi huruf dan ayat demi ayat secara berurutan, sekaligus mengikuti petunjuk yang terkandung di dalamnya.

Ust. H. Muhammad Harun Zain, S.Ag. Mengatakan “Tilawah Al-Qur’an melibatkan lisan, hati, dan pikiran untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dari proses tersebut lahirlah energi spiritual yang mampu membentuk karakter umat,” ujarnya.(07/03/2026)

Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat manusia sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Yunus ayat 57 yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah pelajaran, penyembuh bagi penyakit hati, petunjuk, serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.Selain itu, membaca Al-Qur’an juga memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah memperoleh syafaat pada hari kiamat

Ustaz Muhammad Harun Zen juga mengingatkan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendapat pahala berlipat ganda. Bahkan bagi orang yang masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an tetap memperoleh pahala di sisi Allah SWT. Membaca Al-Qur’an juga memberikan ketenangan hati. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi yang menyebutkan bahwa ketika suatu kaum berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an, maka akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat, serta dikelilingi oleh para malaikat.

Ustaz Muhammad Harun Zen juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Orang tua diharapkan membiasakan anak-anak mendengar bacaan Al-Qur’an, misalnya melalui murottal, sehingga kecintaan terhadap Al-Qur’an tumbuh sejak kecil.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak malu belajar membaca Al-Qur’an meskipun sudah dewasa. Menurutnya, belajar tidak mengenal batas usia, bahkan dengan metode pembelajaran yang ada saat ini seseorang dapat belajar membaca Al-Qur’an dalam waktu relatif singkat jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terbentuk pribadi yang berakhlak mulia serta membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....