Ustadz Jawahir: Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar Haus
- 14 Mar 2026 17:18 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ustadz Muh. Jawahir menegaskan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadhan tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus. Hal itu disampaikannya dalam program dialog keagamaan TAULADAN (Tanya Ustadz di Bulan Ramadhan) yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia Pro 2 Nunukan.
Dalam acara tersebut, Ustadz Jawahir menanggapi anggapan sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa yang terpenting dalam puasa adalah tidak makan dan tidak minum. Menurutnya, pandangan tersebut perlu diluruskan karena hakikat puasa dalam Islam jauh lebih luas.
“Puasa memang secara fiqih adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun secara makna, puasa juga menuntut kita menahan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak baik,” ujar Ustadz Muh. Jawahir.
Ia menjelaskan, orang yang berpuasa juga dianjurkan menjaga lisan, pandangan, serta perilaku agar ibadah puasanya tidak kehilangan nilai pahala. Jika seseorang hanya menahan lapar dan haus tetapi tetap melakukan hal yang sia-sia atau menyakiti orang lain, maka esensi puasa tidak tercapai secara sempurna.
Melalui program TAULADAN di Radio Republik Indonesia Pro 2 Nunukan, Ustadz Jawahir mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta menjaga sikap agar puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga membawa keberkahan dan pahala yang maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....