Komentar Kasar di Media Sosial Bisa Kurangi Pahala Puasa

  • 09 Mar 2026 17:07 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Komentar kasar, hujatan, hingga ujaran kebencian di media sosial menjadi salah satu perilaku yang perlu dihindari umat Muslim selama menjalankan ibadah puasa. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Husni Mubarak dalam program Tanya Ustadz di Bulan Ramadhan yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia melalui RRI Pro2 Nunukan.

Dalam acara tersebut, Ustadz Husni menjelaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan dan perbuatan yang buruk, termasuk saat berinteraksi di dunia digital. Menurutnya, aktivitas di media sosial juga menjadi bagian dari sikap yang dinilai selama menjalankan ibadah puasa.

“Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan lisan dan sikap. Termasuk ketika kita menulis komentar di media sosial. Jika komentar itu berisi hujatan atau kata-kata kasar, maka itu bisa mengurangi pahala puasa kita,” ujar Husni dalam siaran tersebut.Ucap Ustadz Husni Mubarak senin,( 9/3/2026 ).

Ia menambahkan bahwa media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti berbagi ilmu, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan menyebarkan pesan positif selama bulan suci Ramadhan. Menurutnya, menjaga etika dalam berkomunikasi merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas ibadah.

Melalui program tanya jawab tersebut, Ustadz Husni juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menulis maupun menanggapi komentar di internet. Dengan menjaga ucapan dan sikap, baik secara langsung maupun di media sosial, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan puasa dengan lebih sempurna dan memperoleh pahala yang maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....