Ramadan: Perbanyak Duduk Bersama Ulama dan Patuh Kepada Hukama

  • 27 Feb 2026 06:43 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Bulan suci Ramadan menjadi momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperbanyak majelis ilmu dengan duduk bersama ulama dan meneladani para hukama, yakni orang-orang yang mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Husni Mubarak saat menjadi narasumber acara Mutiara Pagi di RRI Nunukan, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak duduk bersama orang-orang berilmu, karena dari merekalah umat dapat memahami kebenaran dan mengamalkan ajaran agama dengan tepat. “Di bulan Ramadan ini banyak majelis taklim yang bisa kita ikuti. Kita duduk, mendengarkan kalam orang-orang berilmu, lalu kita amalkan dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, istilah “hukama” merujuk pada sosok yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mengamalkan ilmunya, baik dalam ucapan maupun perbuatan. “Apa yang mereka ucapkan perlu kita dengar, dan apa yang mereka kerjakan perlu kita teladani. Itulah hikmah dari kedekatan dengan orang-orang saleh,” katanya.

Ustaz Husni menegaskan, menuntut ilmu memiliki dampak besar terhadap kondisi spiritual seseorang. Ilmu, menurutnya, mampu menghidupkan hati yang lalai dan menghadirkan ketenangan batin. “Allah akan menghidupkan hati kita yang sedang mati dengan ilmu. Hati menjadi tenang, hidup menjadi terarah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru dalam perjalanan iman seseorang. Tanpa bimbingan guru, manusia tidak akan mengenal Allah dengan benar. “Kalau tidak ada guru, kita tidak akan mengenal Allah. Guru itu orang yang menenangkan hati kita. Jangan sampai kita mencaci guru. Adab itu di atas ilmu,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut guru sebagai tempat berbagi dan mencari nasihat setelah orang tua. Karena itu, menghormati dan menjaga etika kepada guru menjadi kewajiban moral bagi setiap murid. “Guru itu tempat curhat paling enak nomor dua setelah orang tua. Hormati guru kita, jangan sampai kita tidak punya adab kepada guru,” pesannya.

Ustaz Husni juga mendorong masyarakat untuk tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga menyampaikan ilmu kepada orang lain. Menurutnya, ilmu yang tidak dibagikan tidak akan memberi manfaat luas. “Perbanyaklah menuntut ilmu dan menyampaikannya. Jika tidak kita sampaikan, maka ilmu itu tidak ada gunanya,” ujarnya.

Ia berharap Ramadan menjadi waktu untuk mendekat kepada ulama, memperbanyak majelis ilmu, serta menumbuhkan adab dan keteladanan dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, keberkahan ilmu tidak hanya dirasakan pribadi, tetapi juga membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....