Puasa Lebih Berkualitas dan Tidak Sia-Sia

  • 19 Feb 2026 14:44 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan: Menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H bukan hanya soal menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Pengurus Muhammadiyah, Ustad Zaim Fathony menekankan pentingnya memahami ekosistem ibadah agar puasa yang dijalankan menjadi lebih berkualitas dan tidak sia-sia.

Dalam penjelasannya, Rukun Puasa yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan. Sebagai fondasi utama pengendalian diri. Namun, beliau mengingatkan agar umat Islam tidak hanya berpaku pada rukun semata. Sinergi Rukun, Sunnah dan Makruh.

Ustad Zaim menjelaskan bahwa rukun puasa tidak akan mencapai nilai maksimal jika faktor-faktor pendukung lainnya diabaikan.

"Rukun itu menjadi tidak terpenuhi kualitasnya kalau kita menghilangkan sunnah-sunnah Nabi. Begitu juga, rukun tidak akan berguna secara maksimal jika kita tidak mengindahkan hal-hal yang membatalkannya secara maknawi atau yang bersifat makruh," ungkapnya. Kamis (19/02/2026)

Seseorang yang mampu mengamalkan sunnah sekaligus mengendalikan hal-hal makruh, barulah rukun puasanya menjadi benar-benar berdaya guna.

Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Hal ini terjadi karena mereka gagal menjaga perilaku dan lisan dari hal-hal yang dibenci Allah (makruh), meskipun secara fisik mereka tidak makan dan minum.

"Meskipun dia lapar dan dahaga, tetapi puasanya tidak diterima karena tidak menghindari makruhnya dan tidak melaksanakan sunnahnya. Intinya adalah meningkatkan konsentrasi ibadah secara menyeluruh," ucap Ustad Zaim. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....