Kemenag Nunukan Imbau Warga Tak Ribut jika Awal Ramadan Berbeda

  • 17 Feb 2026 15:51 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. Aliansyah, mengimbau umat Islam untuk saling menghormati jika terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriyah. Ia menegaskan perbedaan tersebut merupakan rahmat yang tidak perlu diperdebatkan karena masing-masing memiliki dasar yang sah.

Menurut Aliansyah, potensi perbedaan awal puasa harus disikapi dengan bijak demi menjaga kondusivitas. Ia meminta masyarakat tidak berlebihan dalam merespons perbedaan yang muncul di tengah masyarakat.

“Yang pastinya kita memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa perbedaan itu adalah hal yang wajar dan kita mengimbau agar masyarakat yang terlebih dahulu melaksanakan puasa agar tidak terlalu berlebihan, cukup di lokasi atau tempat-tempat mereka sendiri tanpa berlebihan,” kata Aliansyah, Selasa (17/2/2026).

Ia menekankan, masyarakat yang memulai puasa lebih awal tetap diminta fokus beribadah tanpa perlu menonjolkan perbedaan. Umat Islam diminta bersikap dewasa dalam menjaga persatuan di tengah keragaman metode penentuan awal Ramadan.

Aliansyah menjelaskan, perbedaan penetapan awal Ramadan umumnya dipengaruhi metode rukyatul hilal dan standar yang digunakan masing-masing pihak. Meski hasilnya bisa berbeda, seluruhnya memiliki landasan dan argumentasi keagamaan yang kuat.

“Hal ini tentu saja merupakan upaya pemerintah untuk meredam karena yang namanya patokan itu berbeda hasilnya juga berbeda, namun itu semua ada dasarnya dan semuanya benar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya mencegah agar perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi polemik yang merugikan masyarakat. Ramadan, bukan sekadar persoalan tanggal, melainkan momentum memperkuat iman dan ukhuwah Islamiyah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....