Enam Langkah Emas Menyiapkan Diri Menyambut Ramadan
- 10 Feb 2026 08:41 WIB
- Nunukan
Menyiapkan diri menyambut Ramadan adalah perkara penting yang sering dilupakan. Padahal, Ramadan bukan sekadar bulan puasa, melainkan momentum besar untuk meraih ampunan Allah, meningkatkan ketakwaan, dan memperbaiki kualitas iman. Tanpa persiapan, Ramadan bisa berlalu begitu cepat tanpa meninggalkan perubahan berarti.
Dalam salah satu ceramahnya yang berjudul "6 Langkah Emas Menyiapkan Diri Menyambut Ramadan", seperti dikutip dari youtube ShahihFiqih, Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily menjelaskan bahwa Ramadan perlu disambut dengan kesiapan hati dan amal. Para ulama telah mencontohkan bagaimana mereka mempersiapkan diri jauh sebelum bulan suci tiba.
Berikut 6 langkah emas menyiapkan diri menyambut bulan Ramadan yang patut kita amalkan.
1. Taubat Nasuha Sebelum Ramadan
Langkah awal menyambut Ramadan adalah melakukan taubat nasuha. Setiap Muslim hendaknya mengoreksi diri dan membersihkan hati dari dosa-dosa yang telah lalu. Ramadan adalah bulan ampunan, dan orang yang masuk ke dalamnya dengan hati yang bersih akan lebih mudah merasakan keberkahannya.
2. Meluruskan dan Menata Niat Ibadah
Ramadan sangat bergantung pada niat. Tanamkan niat yang baik untuk memperbanyak ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan amal saleh lainnya. Kejujuran dalam niat akan mendatangkan pertolongan Allah, sehingga ibadah terasa lebih ringan dan istiqamah.
3. Mengurangi Aktivitas yang Tidak Bermanfaat
Salah satu penghalang keberkahan Ramadan adalah terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia, seperti bermain gawai tanpa tujuan. Mulailah mengatur waktu dengan membuat jadwal ibadah harian agar Ramadan diisi dengan kegiatan yang bernilai akhirat.
4. Membiasakan Puasa Sunnah
Untuk melatih diri sebelum Ramadan, disunnahkan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Kebiasaan ini membantu tubuh dan jiwa beradaptasi, sehingga kita lebih siap menjalani puasa Ramadan dengan penuh kesabaran dan kekhusyukan.
5. Sambut Ramadan Seakan Ini yang Terakhir
Masukilah Ramadan dengan perasaan bahwa ini mungkin Ramadan terakhir dalam hidup kita. Perasaan ini akan menumbuhkan kesungguhan dan menghindarkan kita dari sikap menunda-nunda ibadah. Setiap hari Ramadan pun akan terasa lebih berharga.
6. Evaluasi Ramadan Tahun Lalu
Ingat kembali Ramadan yang telah berlalu. Betapa sering kita menyesal karena target ibadah tidak tercapai. Jika tahun lalu belum mampu mengkhatamkan Al-Qur’an, maka jadikan Ramadan kali ini sebagai kesempatan untuk memperbaikinya.
Sebagai penutup, Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily mengingatkan pentingnya doa agar Allah memenuhi hati kita dengan kebahagiaan, menolong kita atas apa yang dicita-citakan, menolong kita untuk senantiasa berzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Nya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....