FPTI Nunukan Usulkan Wall Climbing Standar Internasional di Paras Perbatasan

  • 30 Sep 2026 22:28 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID Nunukan: Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Nunukan mengusulkan pembangunan fasilitas dinding panjat (wall climbing) baru berstandar pertandingan di kawasan ruang terbuka publik Paras Perbatasan. Usulan strategis yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar ini diajukan untuk menjawab persoalan fasilitas latihan di GOR Nunukan yang dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar kejuaraan modern.

Ketua FPTI Nunukan, Tasya Maya Fadhila, menjelaskan, pemilihan kawasan Paras Perbatasan sebagai lokasi pembangunan didasarkan pada pertimbangan tata ruang yang sangat strategis. Selain berada di pusat keramaian dan kian digemari masyarakat, lokasi tersebut dinilai sangat ideal untuk memperkenalkan olahraga panjat tebing secara langsung kepada khalayak luas.

"Rencana kami mengusulkan pembangunan wall panjat tebing itu di ruang terbuka Paras Perbatasan, karena lokasinya cukup strategis dan sekarang sudah semakin ramai oleh pengunjung yang datang. Sekaligus banyak warga yang bisa melihat langsung bagaimana atlet panjat bisa memanjat secara baik dan profesional tetapi tetap aman dan safety," ujar Tasya.

Kehadiran fasilitas olahraga modern di ruang terbuka publik ini diyakini tidak hanya berfungsi sebagai arena latihan atlet prestasi, tetapi juga memiliki daya tarik wisata yang kuat bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Tasya menambahkan, minat masyarakat terhadap olahraga ini cukup tinggi, yang terlihat dari banyaknya warga dan pelajar yang kerap menanyakan perihal aktivitas latihan di fasilitas yang ada.

Lebih lanjut, pembangunan fasilitas berstandar di lokasi yang mudah diakses publik ini diorientasikan untuk memicu lahirnya klub-klub panjat tebing baru di Kabupaten Nunukan. Mengingat saat ini wadah klub formal belum terbentuk akibat keterbatasan sarana latihan yang memadai, adanya wall baru diyakini akan mendongkrak ekosistem pembinaan atlet muda secara lebih kompetitif.

Sementara itu, terkait keberadaan dinding panjat yang ada di GOR Dwikora Nunukan, pihak FPTI memastikan fasilitas tersebut tidak akan dibongkar agar kapasitas tempat latihan atlet justru semakin bertambah. Usulan pembangunan infrastruktur senilai Rp3 miliar ini kini menjadi salah satu poin penting yang diperjuangkan bersama pemerintah daerah dan legislatif demi kemajuan prestasi panjat tebing Nunukan ke depan. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....