SPPG Terbaik di-Kaltara Bakal Raih Insentif 6-Juta Per-Hari
- 02 Feb 2026 15:07 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID. Nunukan: Sistem kompetisi positif kini diterapkan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Utara melalui pemberlakuan grading atau peringkat kualitas dapur. Dalam pertemuan besar di Tanjung Selor yang melibatkan 39 SPPG, tiga grade utama bagi dapur pengelola gizi yang akan menentukan besaran insentif harian yang diterima oleh mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
Penetapan sistem insentif ini untuk memberikan motivasi bagi dapur yang telah bekerja sesuai standar operasional. Dapur yang masuk dalam Grade 1 (Mendekati Sempurna) akan menerima insentif sebesar Rp 6.000.000 per hari. Sementara untuk Grade 2 akan mendapatkan Rp 4.500.000, Grade 3 sebesar Rp 3.000.000, dan Grade 4 akan mendapatkan insentif di bawah angka Rp 3.000.000.
Sistem tersebut mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha di sektor gizi. Sumari, selaku pengelola SPPG Bukit Arung Sejahtera, menyatakan dukungannya terhadap skema ini karena dianggap sebagai alat ukur yang adil bagi setiap mitra. “Sangat setuju dengan penetapan grade tersebut sehingga memotivasi setiap mitra BGN untuk selalu meningkatkan mutu dapur masing-masing,” ungkap Sumari menanggapi kebijakan insentif tersebut. Senin (02/02/2026)
Baca Juga: SPPG Bukit Arung Gandeng Petani Penuhi Pangan MBG
Evaluasi ini juga menjadi momen pemetaan kekuatan antar wilayah. Kabupaten Bulungan saat ini memimpin sebagai tolok ukur dapur terbaik, sementara wilayah seperti Malinau didorong untuk segera melakukan perbaikan manajemen agar bisa naik peringkat. Persaingan sehat ini diharapkan mampu menghapus praktik operasional dapur yang kurang layak namun tetap dipaksakan berjalan.
Fokus perbaikan kini diarahkan pada peningkatan manajemen pengelolaan sanitasi dan efisiensi jam kerja. Pengelola yang mampu memperbaiki sistem kerjanya, terutama dalam kepatuhan jam mulai memasak, memiliki peluang besar untuk naik ke grade yang lebih tinggi. Peningkatan manajemen bukan hanya soal administratif, tapi juga soal efektivitas distribusi yang berdampak pada keberlangsungan insentif.
Dengan adanya sistem grading ini, kualitas layanan MBG di Kaltara diharapkan meningkat secara organik. Setiap pengelola kini berlomba-lomba untuk melengkapi persyaratan teknis dan sertifikasi agar bisa mendapatkan insentif maksimal. Pengawasan ketat dari tenaga ahli akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa dana insentif yang dikucurkan selaras dengan kualitas gizi yang diterima masyarakat. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....