Gulai Daging Sapi Akulturasi Budaya India
- 27 Jun 2026 04:50 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Gulai daging sapi adalah hidangan berkuah santan kental dan kaya rempah, berakar dari akulturasi kuliner pedagang India dan budaya Minangkabau di Sumatera.
Meski sajian gulai adalah kuliner khas Indonesia, gulai tidak lantas muncul secara tiba-tiba. Sumatra Barat yang terletak di jalur perdagangan di pantai barat Sumatra pada abad ke-16. Sebagai hasilnya, daerah ini menjadi tujuan para pedagang, termasuk pedagang rempah-rempah.
Baca Juga: Dulu Es Cream Barang Mewah yang Eksklusif
Para pedagang dari Timur Tengah dan India sering singgah di daerah ini. Oleh karena itu, pengaruh dari India juga terlihat dalam berbagai sajian kulinernya, salah satunya gulai.
Rempah yang kuat berfungsi ganda sebagai pengawet alami daging pada masa lampau, sebelum akhirnya menyebar dan berkembang di berbagai daerah Nusantara.
Dalam sejarah masyarakat pesisir dan pedalaman Sumatra, gulai pada mulanya diciptakan bukan hanya untuk santapan sehari-hari, melainkan sebagai teknik untuk mengawetkan bahan makanan seperti daging dalam kondisi iklim tropis yang lembap. Paduan kunyit, ketumbar, jintan, dan santan bertindak sebagai pengawet alami sebelum era lemari pendingin ditemukan.
Kuah gulai cenderung lebih kental, pedas, dan berwarna lebih kuning pekat dengan aroma rempah yang sangat kuat. Di Padang, gulai daging sering menggunakan bagian khusus seperti gulai gajeboh atau “Sandung Lamur/Punuk Sapi”. (Sumber: IndonesiaKaya.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....