Sejarah Bubur Dari Tiongkok Kuno menuju Dunia
- 22 Mei 2026 16:11 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Bubur pertama kali ditemukan di Tiongkok Kuno, China sekitar tahun 238 SM, ketika Kaisar Kuning atau “Huangdi” berkuasa. Saat itu, di sana sedang terjadi paceklik panjang dan rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan makanan.
Pada waktu itu, beras sengaja dimasak dengan air agar jumlahnya berlimpah, sehingga mampu dibagi-bagikan untuk orang banyak.
Dikenal secara global sebagai Congee, hidangan ini menyebar ke berbagai Negara dan berasimilasi dengan budaya setempat. Di India dikenal sebagai Kanji, di Jepang disebut Okayu, dan di Indonesia disesuaikan dengan rempah Lokal.
Lambat laun, bubur dikenal sebagai makanan orang sakit, karena mudah untuk dicerna. Para tabib China percaya, bubur sangat penting sebagai tindakan medis untuk memulihkan tubuh. Hingga karena khasiatnya, bubur berkembang ke seluruh Asia Timur, lalu ke Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Baca Juga: Rujak Buah Berasal dari Tradisi Kuliner Jawa Tengah
Menurut pakar kuliner, pedagang Tiongkok memperkenalkan bubur ke Indonesia sekitar 300 tahun lalu. Karena bahan yang mudah didapat dan praktis, makanan ini dengan cepat diterima oleh berbagai kalangan.
Di Indonesia sendiri, bubur biasa disajikan bersama kerupuk, suwir daging, dan sambal. Kemudian, bubur berkembang ke seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai variasi, sebut saja bubur sumsum, bubur sagu, bubur ketan hitam, bubur candil, bubur jali-jali, bubur kacang hijau, dan lain sebagainya.
Bahkan situs kuliner Tasteatlas.com, menobatkan bubur ayam sebagai menu terfavorit di Indonesia. Jauh mengungguli sate, kepiting pedas, dan acar. Bubur ayam mendapat predikat BEST sejajar dengan Lumpiang Shanghai dan Tortang Talong asal Filipina.
Jadi, Bubur yang kita kenal sekarang telah banyak mengalami perubahan dan menyesuaikan lidah Masyarakat setempat. Dari Tiongkok Kuno hingga Dikenal di Seluruh Dunia. (Sumber: Kimbo.id)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....