Evolusi Croissant: Dari Roti Kipferl Austria hingga Ikon Kuliner Prancis
- 29 Mar 2026 19:49 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam, croissant menjadi salah satu kue yang terkenal di dunia. Banyak yang mengira cikal bakal kue ini bermula dari Prancis, faktanya leluhur croissant berasal dari Austria.
Leluhur asli croissant adalah roti bernama kipferl, roti gulung berbentuk bulan sabit yang terbuat dari adonan beragi. Kipferl telah ada sejak abad ke-13 di Wina, Austria.
Lalu, bagaimana croissant tiba di Prancis? Pada tahun 1839, ketika pengusaha Austria August Zang membuka toko roti Wina di Paris. Tokonya memperkenalkan kue-kue seperti kipferl kepada warga Paris, yang menginspirasi para pembuat roti (baker) Prancis untuk mengembangkan versi mereka sendiri.
Kipferl dan kue-kue Wina lainnya dengan cepat menjadi populer di Paris. Banyak baker mengadopsi resep kipferl hingga pertengahan abad ke-19, kata croissant yang artinya "bulan sabit" dalam bahasa Prancis mulai muncul.
Kue ini terus berevolusi. Pada tahun 1915, pembuat roti Sylvain Claudius Goy menerbitkan resep croissant Prancis pertama. Alih-alih adonan brioche yang digunakan oleh Zang, Goy memperkenalkan adonan ragi berlapis, sebuah proses di mana mentega dilipat berulang kali ke dalam adonan untuk menciptakan lapisan tipis.
Teknik laminasi ini menghasilkan kue yang ringan dan renyah yang kita kenal sekarang. Croissant terus berevolusi.
Pada tahun 1981, Sara Lee Corporation mengembangkan metode untuk membekukan adonan croissant untuk pengiriman, memungkinkan toko roti dan restoran untuk membuat dan menyajikannya segar sesuai permintaan. Inovasi ini membuat croissant mudah diakses di toko bahan makanan dan dapur komersial.
Terlepas dari adaptasi ini, croissant tetap terkait erat dengan identitas kuliner Prancis. Bahkan, pemerintah Prancis secara resmi mengakui croissant sebagai produk nasional pada tahun 1920.
Sumber: www.ice.edu
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....