Sejarah Mie Goreng di Indonesia
- 15 Feb 2025 10:59 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Mie goreng memiliki akar sejarah yang kaya dan melibatkan pengaruh budaya dari berbagai belahan dunia. Mie sendiri merupakan hidangan yang pertama kali diperkenalkan oleh pedagang Tionghoa kepada penduduk Indonesia pada abad ke-10. Mereka membawa mie ke Indonesia dan mengajar cara memasaknya. Namun, mie goreng secara khusus memiliki asal-usul yang lebih kompleks.
Pada abad ke-16, bangsa Portugis tiba di Kepulauan Maluku dan membuka jalur perdagangan rempah-rempah. Pada saat itu, kebiasaan Belanda adalah menggoreng mie bersama dengan daging, sayuran dan rempah-rempah. Hidangan ini kemudian dikenal sebagai ‘Bakmi Goreng’, atau ‘Mie Goreng Belanda’. Pengaruh budaya ini menyatu dengan masakan lokal dan muncullah mie goreng dalam bentuk yang lebih familiar bagi masyarakat Indonesia.
Mie goreng mulai populer di kalangan masyarakat Indonesia pada awal abad ke-20. Saat itu, banyak pedagang kaki lima atau warung makan kecil mulai menjual mie goreng sebagai makanan murah dan lezat. Hidangan ini cepat menyebar ke berbagai kota di seluruh Indonesia.
Setiap daerah di Indonesia juga memiliki variasi unik dalam penyajian mie goreng. Di Jawa, mie goreng seringkali disajikan dengan potongan tahu, telur dan kerupuk. Di Sumatra, mie goreng biasanya lebih pedas dengan tambahan cabai dan bumbu khas daerah. Sementara itu, di Sulawesi, mie goreng seringkali menggunakan seafood sebagai salah satu bahannya seperti cumi atau udang.
Mie goreng juga mengalami evolusi dalam hal citarasa dan variasi bahan. Awalnya, mie goreng hanya menggunakan mie telur sebagai bahan utamanya. Namun, seiring berjalannya waktu, mie goreng mulai menggunakan berbagai jenis mie, seperti mie kuning, kwetiau, bihun, soun atau mie instan. (Sumber: TheHealthyBelly).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....