Kenali dan Waspadai Denyut Nadi Cepat sejak Dini
- 01 Okt 2026 13:39 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Denyut nadi yang cepat atau dalam dunia medis dikenal sebagai takikardia sering kali diabaikan oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, kondisi di mana jantung berdetak lebih dari 100 kali per menit saat istirahat ini bisa menjadi sinyal penting adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai sejak dini. Pada orang dewasa, denyut jantung saat istirahat umumnya sekitar 60–100 kali per menit.
Menurut Kementerian Kesehatan, peningkatan denyut nadi tidak selalu berbahaya karena bisa terjadi secara alami akibat aktivitas fisik yang berat, stres emosional, atau setelah mengonsumsi kafein. Namun, jika denyut nadi tetap tinggi secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, hal ini patut dicurigai sebagai indikasi masalah medis yang lebih serius.
Beberapa penyebab medis yang kerap memicu denyut nadi cepat antara lain: gangguan irama jantung atau aritmia, anemia, dehidrasi berat, hingga penyakit tiroid seperti hipertiroidisme. Selain itu, faktor gaya hidup tidak sehat seperti kurang tidur dan kebiasaan merokok juga turut memperbesar risiko lonjakan denyut nadi harian.
Selain itu juga peningkatan denyut jantung dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain aktivitas fisik, stres atau kecemasan, demam, konsumsi kafein, serta kondisi tubuh tertentu. Karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi yang menyertai ketika denyut nadi terasa lebih cepat dari biasanya. Denyut nadi yang cepat juga dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung atau kondisi medis lainnya. Gejala yang menyertai seperti jantung berdebar, pusing, lemas, sesak napas, atau nyeri dada perlu menjadi perhatian dan tidak sebaiknya diabaikan.
Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, termasuk beraktivitas fisik secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat cukup, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung. Pemantauan kondisi tubuh secara berkala juga penting dilakukan.
Jika denyut nadi cepat terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai keluhan seperti nyeri dada dan sesak napas, masyarakat dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan. Deteksi dan penanganan sejak dini diharapkan dapat membantu mengetahui penyebab serta mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius. (Sumber: Kemenkes RI).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....