Jagung Kaya Serat, Bantu Jaga Kesehatan Jantung Tubuh
- 31 Agt 2026 21:30 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Jagung bukan hanya komoditas pertanian dan bahan pangan masyarakat. Serealia berwarna kuning ini juga memiliki kandungan serat dan sejumlah zat gizi yang menjadikannya salah satu pilihan pangan dalam pola makan beragam.
Kementerian Kesehatan menyebut jagung sebagai salah satu sumber pangan yang mengandung serat.
Serat pangan memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saluran pencernaan.
Serat tidak larut membantu mempercepat pengeluaran feses, sementara serat larut dapat membantu menurunkan penyerapan glukosa dan berhubungan dengan pengendalian kadar kolesterol.
Karena kandungan tersebut, jagung dapat menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat selain beras.
| Baca juga: Sayuran Hijau dan Segudang Manfaatnya |
Kementerian Kesehatan juga mendorong masyarakat mengonsumsi sumber karbohidrat yang beragam, termasuk jagung dan ubi.
Selain serat, beberapa jenis jagung juga mengandung komponen bioaktif.
Jagung berwarna ungu dan merah, misalnya, memiliki kandungan antosianin yang termasuk kelompok flavonoid.
Senyawa tersebut dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan menjadi salah satu komponen pangan yang banyak diteliti.
Jagung juga mengandung berbagai mineral dan vitamin yang berkontribusi terhadap kebutuhan nutrisi tubuh.
| Baca juga: Manfaat Buah Pisang untuk Kesehatan Tubuh |
Namun, manfaat jagung tidak berarti seseorang dapat mengonsumsi jagung tanpa memperhatikan jumlah dan cara pengolahannya.
Jagung yang direbus atau dikukus memiliki karakter berbeda dibandingkan makanan berbahan jagung yang diberi banyak gula, garam, mentega atau minyak.
Karena itu, cara pengolahan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas pola makan.
Serat dalam jagung juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Hal tersebut dapat mendukung pola makan yang lebih teratur apabila dikombinasikan dengan makanan bergizi lainnya.
Bagi masyarakat yang memiliki diabetes atau gangguan metabolisme, konsumsi jagung tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan karbohidrat dan kondisi kesehatan masing-masing. Jagung bukan obat diabetes. Begitu pula, jagung bukan obat penyakit jantung.
Namun, kandungan serat dalam pola makan secara keseluruhan dapat berkontribusi terhadap kesehatan metabolik dan kardiovaskular.
Karena itu, manfaat jagung sebaiknya dilihat dalam konteks pola makan seimbang.
Masyarakat dapat mengombinasikan jagung dengan sayuran, buah, sumber protein dan pangan lainnya agar kebutuhan zat gizi lebih lengkap.
Jagung juga memiliki peluang besar sebagai pangan lokal yang dapat mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan masyarakat.
Dengan pengolahan yang tepat, bahan pangan yang selama ini dianggap sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari menu sehat keluarga.
Jagung bukan sekadar makanan pokok alternatif. Kandungan serat dan zat gizinya membuatnya layak menjadi bagian dari pola makan beragam untuk mendukung kesehatan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....