Ubi Kaya Serat, Bantu Jaga Kesehatan Pencernaan Tubuh

  • 31 Agt 2026 22:11 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Ubi bukan sekadar makanan tradisional yang mengenyangkan. Berbagai jenis ubi, terutama ubi jalar, memiliki kandungan zat gizi dan senyawa bioaktif yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Kementerian Kesehatan menyebut ubi sebagai salah satu sumber karbohidrat yang dapat dikonsumsi secara beragam bersama sumber pangan lainnya.

Ubi jalar juga mengandung serat yang penting bagi fungsi saluran pencernaan.

Serat membantu mengatur fungsi usus dan dapat membantu mencegah masalah seperti konstipasi atau sembelit.

Kementerian Kesehatan menjelaskan, serat pangan memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk membantu menjaga fungsi saluran cerna dan memberikan rasa kenyang.

Ubi jalar juga memiliki kandungan beta-karoten, terutama pada jenis yang berwarna oranye.

Beta-karoten merupakan provitamin A yang berperan penting dalam mendukung kesehatan mata dan fungsi tubuh lainnya.

Sementara ubi jalar berwarna ungu memiliki kandungan antosianin yang menjadi salah satu senyawa antioksidan.

Berbagai kandungan tersebut membuat ubi memiliki potensi sebagai bagian dari pangan sehat.

Namun, cara pengolahan tetap perlu diperhatikan.

Ubi yang dikukus atau direbus tentu berbeda dengan ubi yang digoreng dan diberi tambahan gula atau bahan tinggi lemak.

Cara pengolahan dapat memengaruhi kandungan energi dan karakteristik makanan yang dikonsumsi.

Karena itu, masyarakat yang ingin mendapatkan manfaat ubi sebaiknya memilih pengolahan yang sederhana dan memperhatikan porsi.

Ubi juga tidak harus menggantikan nasi sepenuhnya.

Keduanya dapat menjadi bagian dari pola makan beragam sesuai kebutuhan energi dan kondisi masing-masing individu.

Bagi masyarakat yang memiliki diabetes, pilihan jenis ubi, porsi dan cara pengolahan juga perlu diperhatikan.

Konsumsi makanan sumber karbohidrat tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan pola makan secara keseluruhan.

Ubi juga tidak dapat dianggap sebagai obat untuk diabetes, penyakit mata atau penyakit lainnya.

Manfaat yang diperoleh lebih tepat dipahami sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang.

Dengan diversifikasi pangan, masyarakat dapat memperoleh sumber karbohidrat dari berbagai bahan lokal sekaligus memperkaya asupan zat gizi.

Ubi pun dapat menjadi salah satu pilihan pangan lokal yang murah, mudah ditemukan dan bernilai gizi.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya bergantung pada satu jenis makanan.

Tetapi pada kombinasi pola makan seimbang, aktivitas fisik, istirahat cukup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ubi mungkin sederhana, tetapi jika dikonsumsi dengan cara dan porsi yang tepat, pangan lokal ini dapat menjadi bagian penting dari pola makan yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....