Kemenkes Tekankan Cara Bicara Kanker Sesuai Usia Anak

  • 21 Agt 2026 05:17 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya cara berbicara yang tepat kepada anak ketika menyampaikan informasi mengenai penyakit kanker. Penjelasan perlu disesuaikan dengan usia, tingkat pemahaman, serta kondisi emosional anak agar informasi dapat diterima tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan.

Pada anak usia 3 hingga 6 tahun, orang tua dianjurkan menggunakan bahasa yang sederhana, konkret, dan singkat karena kemampuan memahami hal-hal abstrak masih terbatas. Orang tua dapat menjelaskan bahwa terdapat sel yang membuat tubuh sakit dan dokter memberikan obat khusus untuk membantu tubuh melawan penyakit tersebut. Yang terpenting, anak perlu diyakinkan bahwa penyakit yang dialaminya bukan akibat kesalahan atau perilakunya.

Sementara itu, anak usia 7 hingga 12 tahun sudah dapat memahami penjelasan yang lebih konkret mengenai penyakit dan proses pengobatan. Orang tua dapat menjelaskan jenis penyakit secara sederhana, termasuk tindakan yang mungkin dijalani seperti minum obat, infus, pemeriksaan darah, dan kontrol rutin. Anak juga perlu diberi pemahaman bahwa beberapa efek pengobatan, seperti rambut rontok, dapat terjadi dan rambut dapat tumbuh kembali.

Untuk remaja berusia 13 tahun ke atas, komunikasi perlu dilakukan dengan lebih terbuka dan jujur. Remaja dapat diajak membicarakan kondisi penyakit, efek pengobatan, serta kemungkinan dampaknya terhadap sekolah, pertemanan, dan rencana masa depan. Mereka juga dapat dilibatkan dalam keputusan-keputusan kecil terkait perawatan agar tetap memiliki rasa kendali terhadap kehidupannya.

Selain komunikasi yang terbuka, dukungan emosional dari keluarga juga sangat penting bagi anak dan remaja yang menjalani pengobatan kanker. Anak dapat didorong untuk bercerita melalui percakapan, menulis pengalaman, atau mendapatkan pendampingan dari orang tua dan tenaga profesional seperti psikolog. Dengan komunikasi yang sesuai usia dan dukungan yang konsisten, anak diharapkan mampu menghadapi proses pengobatan dengan lebih tenang dan percaya diri. ( Sumber : Kemkes Ri )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....