Kenali Bercak Berbentuk Koin pada Kulit Bayi dan Balita

  • 15 Agt 2026 14:08 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Orang tua perlu mewaspadai berbagai gangguan kulit yang dapat terjadi pada bayi dan balita, salah satunya dermatitis numularis. Berdasarkan informasi Kemenkes dermatitis numularis merupakan kondisi kulit yang cukup langka dan ditandai dengan munculnya bercak berbentuk seperti koin. Kondisi ini dapat berlangsung dalam waktu lama dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak.

Dermatitis numularis dapat muncul setelah kulit mengalami cedera, seperti goresan, luka bakar, maupun gigitan serangga. Penyebab pastinya hingga kini belum diketahui. Namun, kondisi ini lebih sering ditemukan pada individu yang memiliki riwayat alergi, asma, dermatitis atopik, atau kulit yang sensitif dan mudah mengalami iritasi.

Sejumlah faktor juga diduga dapat memicu dermatitis numularis, antara lain perubahan suhu, stres, kulit kering, serta paparan bahan iritan dari lingkungan. Sabun, logam, maupun bahan kimia tertentu dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif. Karena itu, menjaga kebersihan sekaligus kelembapan kulit anak menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan orang tua.

Gejala dermatitis numularis biasanya diawali dengan bintik merah kecil atau luka yang menyerupai gelembung dan dapat mengeluarkan cairan. Selanjutnya, lesi dapat membesar dan membentuk bercak menyerupai koin. Bercak umumnya ditemukan pada lengan atau tungkai, tetapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan disertai rasa gatal, terbakar, kemerahan, peradangan, maupun pembentukan kerak pada kulit.

Untuk memastikan kondisi tersebut, diagnosis perlu dilakukan melalui pemeriksaan medis. Dokter akan melakukan wawancara mengenai kondisi pasien dan pemeriksaan fisik, serta dapat melakukan pemeriksaan tambahan atau tes alergi jika diperlukan. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin karena gejala dermatitis numularis dapat sulit ditangani.

Dalam penanganannya, kulit perlu dijaga agar tetap lembap dan terlindung dari goresan maupun luka. Orang tua dapat menggunakan pelembap setelah anak mandi dan memilih sabun atau pembersih yang tidak mengandung bahan iritatif. Pakaian yang longgar dan tidak kasar juga dianjurkan untuk mengurangi iritasi. Sementara penggunaan krim, salep antiinflamasi, maupun obat lain sebaiknya mengikuti anjuran dokter.

Dermatitis numularis juga perlu segera ditangani apabila gejalanya semakin berat atau muncul komplikasi. Kulit yang rusak akibat garukan dapat mengalami infeksi sekunder, sementara kondisi yang berlangsung lama dapat menyebabkan perubahan warna kulit dan penebalan kulit. Untuk itu, orang tua perlu mengenali perubahan pada kulit anak sejak dini dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.(Sumber.Kemenkes)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....